Lari Bukan Hanya Gaya Hidup, Manfaatnya buat Fisik dan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lari (pixabay.com)

    Ilustrasi lari (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang tidak peduli dengan olahraga karena sudah terlalu lelah bekerja. Namun, tak sedikit pula yang masih peduli walau hanya dengan berlari setiap akhir pekan.

    Jika Anda masih menganggap lari hanya bagus untuk jantung, coba lihat manfaat lain, seperti dilansir dari Popsugar.com.

    #Membuat senang
    Sensasi euforia dengan joging di sekitar rute tertentu membuat seperti kembali ke alam. Bertemu dengan orang-orang saat berlari juga bisa membuat bahagia.

    #Mengatasi depresi 
    Sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Science in Sports & Exercise menunjukkan bahwa aktivitas fisik bertindak sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati depresi. Akan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan meditasi.

    Baca juga:
    Lari Memang Baik buat Kesehatan, Cek Juga Dampak Buruknya

    #Mendorong kerja otak
    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di London Journal of Physiology menunjukkan bahwa berlari dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif, menjalankan, mengaktivasi, dan meningkatkan cadangan neuron dalam otak manusia, yang merupakan pusat kapasitas otak untuk belajar.

    #Meningkatkan daya ingat
    Sebuah studi tpada 2014 di Universitas British Columbia di Kanadan menunjukkan bahwa latihan aerobik teratur atau jenis yang bisa meningkatkan detak jantung dan membuat berkeringat, seperti berlari, dapat meningkatkan ukuran hippocampus. Hippocampus adalah area otak yang terlibat dalam memori verbal dan pembelajaran. Lari juga bisa menangkal gejala penyakit Alzheimer.

    #Menyehatkan mental
    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurologyshowed menjelaskan orang tua yang terus berolahraga secara teratur mengalami tingkat penurunan mental yang lebih lambat. 

    #Mengurangi risiko serangan jantung
    Ada banyak penelitian membuktikan bahwa berjalan atau berlari dapat membantu fungsi jantung. Sebuah penelitian dari Universitas Hartford menemukan bahwa berlari menyebabkan penurunan faktor risiko kardiovaskular.

    #Menurukan tekanan darah
    Asosiasi Jantung Amerika mengatakan berlari itu baik dan 150 menit aktivitas fisik cepat per minggu dapat menjaga tekanan darah dalam rentang yang sehat, tapi tergantung berapa banyak latihan yang benar-benar diperlukan.

    #Menjaga kesehatan lutut
    Studi menunjukkan bahwa berjalan benar-benar membantu massa peningkatan tulang dan dapat memperlambat pengeroposan tulang yang berkaitan dengan usia.

    Ilustrasi laki-laki dan wanita berlari bersama. shutterstock.com

    #Mengurangi risiko kanker
    Menurut Institut Kanker Nasional Amerika, ada bukti yang meyakinkan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus besar dan payudara. Beberapa penelitian juga telah melaporkan hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan risiko kanker prostat, paru-paru, dan lapisan rahim (kanker endometrium). Selanjutnya, temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition itu menunjukkan bahwa berjalan dapat mengurangi kerentanan seseorang terhadap bentuk-bentuk tertentu dari kanker.

    #Membantu hidup lebih lama
    Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa ada dua kali lebih banyak kematian karena kurang olahraga dibandingkan dengan obesitas.

    #Tidak perlu menjadi pelari marathon
    Anda tidak perlu menjadi seorang pelari maraton untuk menuai semua manfaat ini. Sebaliknya, menurut sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings, berjalan hanya 50 menit per minggu dapat melindungi tubuh dari risiko stroke, artritis, diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker.

    Baca juga:
    Tips buat yang Ingin Ikut Lomba Lari Maraton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.