7 Tanda Intoleransi Gluten

Reporter:
Editor:

Dini Pramita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roti tanpa gluten dari chef Jamie Oliver. jamieoliver

    Roti tanpa gluten dari chef Jamie Oliver. jamieoliver

    TEMPO.CO, Jakarta - Intoleransi gluten atau alergi gluten dialami oleh jutaan orang di dunia. Namun, tak banyak yang menyadari tanda-tanda yang ditimbulkan akibat alergi ini.

    Baca: Jangan Sembarang Ikut Tren Diet Gluten

    Berikut tujuh tanda Anda mengalami alergi gluten:

    1. Diare atau konstipasi
    Para pasien yang didiagnosis mengidap alergi gluten biasanya mengalami diare atau sembelit selama beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

    2. Begah
    Gejala lain yang sangat umum dilaporkan adalah perut terasa begah dan kembung. Pada pasien intoleransi gluten, sensasi perut penuh dan kembung ini terjadi secara konsisten dan tidak selalu berhubungan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi.

    3. Nyeri perut
    Nyeri perut yang dialami oleh para pasien alergi gluten berbeda dengan sakit perut pada umumnya. Reaksi alergi memicu rasa sakit perut yang sering terjadi serta tanpa alasan yang jelas.

    Baca juga: Kenali Hidangan Lebaran Tinggi Gluten

    4. Kelelahan kronis
    Kelelahan yang terjadi secara intens merupakan salah satu gejala yang dialami. Rasa lelah ini terjadi selama terus-menerus sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

    5. Mual
    Tanda paling khas adalah rasa mual yang intens setiap setelah memakan makanan mengandung gluten.

    6. Sakit kepala
    Sakit kepala adalah gejala lain yang dapat terjadi pada orang dengan intoleransi gluten.

    7. Nyeri sendi dan otot
    Orang dengan intoleransi gluten mungkin mengalami beberapa gejala ini secara teratur.

    Apabila tanda-tanda ini sudah dirasakan, segera periksakan diri Anda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah menjalani beberapa tes dan terbukti mengidap alergi gluten, diet gluten jadi solusi. 

    MEDICAL NEWS TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.