Hari Kartini, Inspirasi Perjuangan Wanita di Dunia Digital

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita-wanita bekerja. Shutterstock

    Ilustrasi wanita-wanita bekerja. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan dunia digital semakin besar dan membutuhkan lebih banyak wanita untuk mengambil peran aktif di dunia ini. Menyambut Hari Kartini pada 21 April menjadi dorongan dan inspirasi untuk para wanita Indonesia agar terus berjuang di dunia masing-masing.

    Tokopedia sebagai merek e-commerce ternama di Indonesia menceritakan beberapa kisah inspiratif dan perjuangan para wanita di dunia digital dalam rangka Hari Kartini 2019. Kisah-kisah inspiratif ini bisa menjadi dorongan untuk para wanita Indonesia agar berani mengambil peran besar di dunia digital.

    Clarissa Jane Amadea, sebagai Culture & Engagement Specialist di Tokopedia, menceritakan mengenai pengalaman untuk keluar dari zona nyaman.

    Artikel lain:
    3 Sikap Kartini yang Harus Jadi Panutan Perempuan Zaman Now

    “Pekerjaan saya saat ini memang melenceng jauh dari jurusan ketika kuliah. Tapi justru saya belajar banyak dari semua bidang yang pernah saya jalani,” tutur Clarissa atau Icha.

    Pesan yang ingin Icha sampaikan adalah untuk tidak takut mencoba berbagai divisi dalam sebuah pekerjaan sampai akhirnya menemukan pekerjaan yang memang sesuai dengan minat. Hal ini menjadi suatu hal yang penting di dunia digital yang terus berkembang.

    Selain mencoba berbagai hal untuk menemukan minat dalam pekerjaan, wanita juga harus berani menunjukkan keterampilan. Sebagai Senior Communication dan Service Culture Tokopedia, Siska Indah Pratiwi sadar bahwa wanita dan pria harus sama-sama mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci penting untuk para wanita yang bekerja di dunia digital.

    “Sama sekali tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita jauh lebih kuat dalam banyak hal daripada pria. Secara emosional, mental, dan seringkali fisik,” jelas Siska.

    Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com

    Wanita juga tidak boleh takut dengan stereotip yang ada mengenai dunia teknologi. “Kini sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin di berbagai kalangan profesional, terutama di bidang teknologi. Stereotip dari masyarakat bahwa teknologi didominasi oleh pria itu tidak benar,” tutur Senior Digital Business Development Tokopedia, Rininta Syahrir.

    Rininta menjelaskan kalau wanita juga bisa sukses di dunia digital, bahkan menjadi pemimpin yang baik. Namun, perlu diingat kalau menjadi seorang pemimpin bukan berarti harus mengambil alih pekerjaan seseorang saat mereka tidak mengerjakan sesuatu.

    Pemimpin yang baik harus bisa membagi tugas dan tanggung jawab serta mendorong tim untuk memiliki tujuan yang sama. Itulah tips Rininta untuk para wanita yang ingin menjadi pemimpin di dunia digital.

    Baca juga:
    Pesan Menteri Perempuan untuk Kartini Muda

    Terakhir, wanita juga tidak boleh takut gagal saat bekerja di dunia digital. Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia, menjelaskan kalau kegagalan bisa menjadi dorongan untuk jadi lebih baik lagi. Karena itu, wanita yang masuk ke dunia digital harus berani untuk bangkit kembali setelah gagal.

    “Menjadi perempuan tidaklah mudah, kita harus terus melawan status quo. Apapun yang orang katakan, kita harus pantang menyerah untuk memberikan yang terbaik agar apa yang kita cita-citakan tercapai,” jelas Melissa.

    Walaupun menghadapi banyak tantangan, Melissa percaya kalau wanita bisa memiliki peran besar di dunia digital.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.