Pesan Menteri Perempuan untuk Kartini Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan membaca buku di dekat sebuah mural yang bergambarkan RA Kartini dalam pameran mural guna memperingati Hari Kartini di Gedung TEMPO Media Grup, Jalan Pal Merah Barat, Jakarta, 5 April 2017. TEMPO/Subekti

    Seorang karyawan membaca buku di dekat sebuah mural yang bergambarkan RA Kartini dalam pameran mural guna memperingati Hari Kartini di Gedung TEMPO Media Grup, Jalan Pal Merah Barat, Jakarta, 5 April 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi momentum untuk mengingat kembali tentang peran perempuan dan kesetaraan. Kartini menjadi salah satu pahlawan perempuan yang mendobrak warisan budaya yang dianggap membelenggu kaum Hawa pada zamannya.

    Belajar dari Kartini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan apa saja yang mesti ditiru terutama oleh generasi muda perempuan. "Kartini itu tidak bisa dibelenggu oleh kamar, oleh lingkungan, oleh istana," kata Khofifah di acara 'Panggung Para Perempuan Kartini' di Jakarta, Selasa 11 April 2017. (Baca: Kata Haryadi Sukamdani tentang Perempuan Indonesia)

    Menurut Khofifah, para perempuan Indonesia harus meniru Kartini yang pemikirannya terus hidup dan mengembara ke mana-mana. "Pikiran Kartini berinteraksi dengan dunia luar dan hari ini tidak ada yang membelenggu perempuan Indonesia," ujar Khofifah. "Karena itu, tak ada alasan bagi perempuan Indonesia untuk tidak terus berbuat, terus berkembang, terus tumbuh."

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jika mengutip cita-cita Kartini, maka perempuan muda mesti percaya kepada pendidikan karena dari sini semuanya berawal. "Pendidikan membuka mata dan pikiran perempuan mengenai banyak hal," ujarnya. Dari pendidikan, seorang wanita memahami masalah kesehatan, bagaimana mendidik anak, cara berinteraksi dengan masyarakat, dan lainnya. "Pendidikan adalah gerbang untuk semua kebaikan."

    Adapun Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan emansipasi yang diajarkan oleh Kartini bukan sebatas perempuan harus mencari ilmu kemudian mengabaikan tanggung jawabnya. Terutama bagi perempuan yang sudah berumah tangga, Nila mengingatkan agar saling mengisi dengan pasangannya. (Baca juga: Mengapa Perempuan Harus Menulis? Ini Jawaban Hélène Cixous)

    "Memang laki-laki punya kelebihan dan perempuan punya kelemahan, perempuan punya kelebihan laki-laki punya kelemahan. Intinya bukan bersaing dalam arti negatif atau berkompetisi kuat," kata Nila Moeloek. "Saya kira lelaki dan perempuan bisa saling mengisi."

    REZKI ALVIONITASARI

    Berita lainnya:

    Inka Williams, Gigi Hadid Versi Bali

    Rajin Olahraga, Rita Ora: Wanita Perlu Sehat, Bukan Kurus
    Kanker Serviks Bisa Dicegah dengan Cara Sederhana dan Murah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.