Ariana Grande Siapkan Produk Kecantikan Bernama Thank You, Next

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariana Grande. Instagram/@arianagrande

    Ariana Grande. Instagram/@arianagrande

    TEMPO.CO, Jakarta - Ariana Grande mengubah single hit-nya menjadi merek kecantikan. Penyanyi berusia 25 tahun ini merilis single berjudul Thank You, Next, pada November 2018, dan album dengan judul sama pada Februari 2019.

    Baca juga: Rambut Panjang Ariana Grande Mudah Rusak, Begini Cara Merawatnya

    Single tersebut berhasil memecahkan rekor Spotify, single yang paling banyak diputar selama satu hari oleh penyanyo wanita. Bahkan menduduki peringkat 1 di US Billboard Hot 100.

    Melansir laman WWD, menurut kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, Ariana Grande telah mengajukan merek dagang bernama Ariana Grande Thank You, Next, pada tanggal 2 April 2019. Merek dagang itu diajukan untuk sejumlah produk kecantikan, seperti parfum eau de cologne, eau de parfum dan eau de toilette, body lotion, gel mandi, body scrub dan body mist.

    Aksi Ariana Grande menari saat tampil di Wango Tango di Banc of California Stadium, Los Angeles, Sabtu, 2 Juni 2018. Acara musik tahunan ini digelar untuk menyambut musim panas. AP

    Namun, ini bukan pertama kalinya mantan tunangan comedian Pete Davidson ini menjajal dunia kecantikan. Ariana Grande memiliki sederet parfum yang telah dipasarkan sebelumnya, termasuk Cloud, Ari, dan Sweet Like Candy, yang dijual di Ulta Beauty. Pada bulan November, Lush meluncurkan bom mandi yang terinspirasi oleh warna ungu dan merah muda yang berwarna-warni yang terlihat dalam video musik Grande yang berjudul "God Is A Woman."

    Jika melihat gaya makeup Ariana Grande yang kerap terlihat glam, tak salah jika parap penggemarnya menantikan produk makeup. Terutama eyeliner cair, palet eyeshadow dengan warna cantik dan lipgloss yang sering digunakan penyanyi kelahiran Florida, 26 Juni 1993. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.