Cara Mengkritik yang Santun di Media Sosial Versi Tasya Farasya

Beauty influencer Tasya Farasya. Instagram/@tasyafarasya

TEMPO.CO, Jakarta - Beauty influencer Tasya Farasya memiliki banyak pengikut di berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan YouTube. Dengan memiliki banyak pengikut, dia juga memiliki banyak orang yang memberikan kritik mengenai penampilannya dan juga konten yang dia buat di media sosial. Tasya Farasya mengatakan kalau kritik itu bukan suatu hal yang bisa dihindari, terutama sebagai seorang figur publik.

Baca juga: Tasya Farasya Jadi Beauty Vlogger Bukan Penghasilan yang Penting

Meski tidak bisa menghindari kritik, menurut wanita kelahiran 25 Mei 1992 ini ada cara mengkritik yang baik di media sosial. “Menurut aku pribadi, di ruang lingkup media sosial, orang sebenarnya tidak punya hak sama sekali untuk mengkritik orang lain,” tutur Tasya Farasya, di Beautyfest Asia 2019, di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 31 Maret 2019. Dia mengatakan orang harus kenal satu sama lain terlebih dahulu sebelum bisa mengkritik.

Tasya Farasya mengatakan kalau teman dan keluarga bisa memberi kritik karena sudah kenal, namun kalau penggemar atau pengikut di media sosial sebenarnya tidak memiliki hak untuk mengkritik. “Kalau penggemar bisa sih kasih nasihat, tapi melalui dm (direct message),” katanya. Dia mengatakan kalau kritik yang diberikan melalui komentar yang bisa dilihat orang lain seringkali memiliki niat untuk mempermalukan orang yang dikritik.

Pemilik akun Instagram @tasyafarasya ini menambakan, jika ingin memberikan nasihat, sebaiknya dilakukan melalui direct message atau pesan langsung. “Kita manusia, kita tahu kita enggak suci banget yang tidak ada salahnya. Tapi orang-orang yang memiliki niat baik yang benar-benar merasa kalau aku perlu mendengarkan saran mereka akan memberikannya melalui dm,” jelas Tasya Farasya. Banyak kritik positif yang diterimanya, namun dia hanya akan mendengarkan kritik tersebut bila disampaikan dengan cara yang tepat.






Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

1 hari lalu

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.


Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

4 hari lalu

Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

Para warganet beramai-ramai memakai tagar Mahsa Amini hingga menjadi trending di Twitter hingga membanjiri kolom komentar di akun Instagram 9gag.


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

5 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.


Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

5 hari lalu

Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

Konsorsium 303 beredar di media sosial sebagai sebuah bagan yang menunjukkan nama dan peran orang-orang yang diduga terlibat dalam suatu jaringan bisnis ilegal.


Konflik Saudara Kembar Jilid 2, Video Baru Tasyi Athasyia Tuai Hujatan untuk Tasya Farasya

5 hari lalu

Konflik Saudara Kembar Jilid 2, Video Baru Tasyi Athasyia Tuai Hujatan untuk Tasya Farasya

Tasyi Athasyia menyebut dengan jelas nama Tasya Farasya yang menghubungi brand-brand agar tidak bekerja sama dengan saudara kembarnya.


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

6 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

7 hari lalu

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

Psikolog mengatakan terlalu banyak bermain media sosial dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kondisi psikologis remaja.


Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

9 hari lalu

Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

Polresta Bogor terus memantau akun media sosial kelompok-kelompok remaja yang suka tawuran. Bikin janji tawuran di media sosial.


Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

9 hari lalu

Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

Polresta Bogor telah menangkap 18 remaja dari dua kelompok yang terlibat tawuran. Enam orang jadi tersangka. Banyak yang masih berusia 13-14 tahun.


Mahasiswa Undip Terbitkan Buku Saku Mengenai Kekerasan Gender Online

11 hari lalu

Mahasiswa Undip Terbitkan Buku Saku Mengenai Kekerasan Gender Online

Buku saku karya mahasiswa Undip ini mencakup penjelasaan mengenai kekerasan berbasis gender online, bentuk dan langkah jika alami kekerasan