Tasya Farasya Ungkap Kesulitan Terbesar Jadi Beauty Influencer

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Farasya. Instagram

    Tasya Farasya. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerjaan sebagai seorang beauty influencer semakin diminati. Tasya Farasya, beauty influencer ternama di Indonesia, menjelaskan kesulitan yang dia hadapi dengan profesi tersebut. Dia mengatakan memilih menjadi beauty influencer setelah menjadi makeup artist (MUA).

    “Karena aku tadinya MUA, akhirnya banyak yang minta aku mengajarkan cara makeup di YouTube. Lalu, aku coba bikin dan sampai sekarang masih lanjut,” tutur Tasya di Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

    Artikel lain:
    Setelah Nagita Slavina, Tasya Farasya Bertemu Kekeyi Putri
    Tasya Farasya Disulap Jadi Raisa Versi Arab

    Wanita berusia 26 tahun itu memang sudah lama menyukai makeup dan sebelumnya suka mendandani teman-temannya. Namun, dia baru membuat video YouTube pertama pada 29 Januari 2017.

    Sebagai MUA profesional, Tasya tidak mengalami kesulitan dengan cara menggunakan makeup. Kesulitan terbesar Tasya sebagai beauty influencer adalah mengatur waktu.

    “Karena semua pekerjaan ada deadline dan kadang-kadang akan mirip-mirip, mungkin hanya berbeda dua minggu. Jadi harus benar-benar pintar membagi waktu dan mengatur waktu dengan baik,” jelas Tasya Farasya.

    Baca juga:
    Makeup Tasya Farasya di Paris Ikuti Pakem Cantik Wanita Prancis
    Nagita Slavina dan Tasya Farasya Tertarik dengan Kekey, Siapa Dia

    Nama Tasya menjadi populer setelah dia menampilkan pernikahannya yang mewah di Instagram. Walaupun semakin banyak orang yang ingin menjadi beauty influencer, Tasya adalah salah satu yang paling populer di Indonesia.

    Video Tasya terus menarik perhatian publik karena dia berani untuk mencoba hal-hal baru, seperti meniru makeup pernikahan Raisa atau menggunakan wig berwarna pirang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.