Manfaat Probiotik untuk Kulit, Cegah Peradangan dan Jerawat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

    Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Tren probiotik telah dimulai beberapa tahun lalu. Beragam manfaat untuk organ pencernaan dan diet ini ternyata mendorong penggunaan bakteri baik pada produk perawatan kulit. 

    Baca juga: Konsumsi Probiotik Salah Satu Cara Cegah Kanker Usus Besar

    Mengutip laman Vogue, dokter kulit di New York Amerika Serikat, Francesca Fusco mengatakan cara kerja probiotik pada kulit sama seperti pada sistem pencernaan. "Probiotik membantu kondisi lapisan kulit tetap seimbang," ujarnya. 

    Dia menambahkan probiotik juga mencegah peradangan kulit dan mengatasi beragam jenis jerawat. Itulah alasan para ahli mencampur probiotik ke dalam produk perawatan kulit.

    Sedangkan menurut Dr. Whitney Bowe, ada tiga manfaat probiotik bagi kulit. Pertama, sebagai perisai pelindung dari mikroorganisme jahat dengan mengaktifkan reaksi kekebalan. "Manfaat ini menciptakan lingkungan yang lebih menenangkan bagi kulit," ucapnya.

    Kedua, probiotik menghasilkan antibiotik alami yang disebut peptida antimikroba untuk memerangi bakteri jahat. Terakhir, menangkal faktor-faktor perusak eksternal kulit, seperti radikal bebas, matahari, dan polusi. "Semua manfaat itu efektif mengurangi peradangan, mencegah penuaan dini serta pembengkakan kulit," tambah Dr Bowe

    Pelembab dan perawatan dengan kandungan probiotik aman untuk semua jenis kulit, terutama yang mengalami peradangan kronis. "Bagi mereka yang berjerawat atau mengalami kondisi kulit seperti rosacea dan eksim, probiotik menciptakan keseimbangan pada kulit dan mengontrol timbulnya jerawat,” urai Dr. Fusco.

    Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan berkat mikroorganisme pada kulit dikenali sebagai benda asing oleh sistem kekebalan tubuh, secara alami pula sistem beraksi mengantisipasi ancaman potensial. Hasil studi menunjukkan berkurangnya peradangan, kemerahan, dan benjolan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.