Cara Dian Nitami Menyatukan Anak Angkat dan Anak Kandung

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjasmara dan Dian Nitami. instagram.com

    Anjasmara dan Dian Nitami. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dian Nitami dan Anjasmara memiliki dua anak angkat, yakni Amanda Annete Syarief dan Luther Putra Syarief. Pasangan ini juga memiliki anak kandung Sasikirana Asmara dan Arka Setyaandipa Asmara.

    Baca: Cerita Dian Nitami Mau Terima Bunga dari Anjasmara, Ternyata

    Empat anak Dian Nitami dan Anjasmara sudah beranjak remaja. Bahkan Amanda Annete Syarief sudah menikah dan punya dua anak. Pasangan yang menikah pada 1999 ini sukses menjaga keharmonisan keluarga, terutama kepada anak-anak yang memiliki status berbeda.

    Dian Nitami menceritakan perjalananannya menjadi orang tua bagi dua anak angkat dan dua anak kandung memiliki tantangan yang cukup besar. Ketika mereka masih kecil, ada saja kesalahpahaman atau kesulitan menerima di antara anak-anak yang tak terelakkan.

    Sebagai orang tua, Dian Nitami dan Anjasmara berusaha seimbang kepada anak angkat dan anak kandungnya. Mereka sama-sama mendengarkan keluh kesah dan ungkapan perasaan anak-anak. "Kesulitan seperti itu pasti ada, enggak mungkin enggak ada. Makanya di situ pentingnya komunikasi. Kita mencoba terbuka dan saya mencoba mendengarkan," ucap Dian Nitami.

    Anjasmara dan Dian Nitami. Instagram.com/@anjasmara

    Dian Nitami mengatakan selalu menanamkan kepada anak-anak kalau mereka juga punya hak untuk berpendapat dan mengungkapkan perasaannya. "Karena ketika kita mendengarkan, barulah kita bisa berkomunikasi dengan baik," kata wanita 47 tahun ini.

    Baca juga: Cara Sederhana Dian Nitami Manjakan Anjasmara

    Anjasmara dan Dian Nitami juga tidak pernah membeda-bedakan porsi kasih sayang untuk anak-anaknya. Dan itu menjadi salah satu kunci agar anak-anak bisa saling menghargai satu sama lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.