White Lie yang Diizinkan ala Film Keluarga Cemara

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ringgo Agus, Nirina Zubir, dan Zara JKT48 dan Widuri, berfoto dalam pemutaran perdana film Keluarga Cemara di XXI Cinema Epicentrum Jakarta, 20 Desember 2018. Keluarga Cemara merupakan film adaptasi dari sinetron tahun 1990an. TEMPO/Nurdiansah

    Ringgo Agus, Nirina Zubir, dan Zara JKT48 dan Widuri, berfoto dalam pemutaran perdana film Keluarga Cemara di XXI Cinema Epicentrum Jakarta, 20 Desember 2018. Keluarga Cemara merupakan film adaptasi dari sinetron tahun 1990an. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Harta yang paling berharga adalah keluarga. Itu adalah potongan syair dalam soundtrack sinetron lawas yang kini hadir dalam film layar lebar, Keluarga Cemara. Syair itu seolah mengingatkan kita, keluarga adalah rumah yang selalu dapat menerima segala rasa dan lika-liku perjalanan hidup.

    Baca juga: Aksi Kompak Ringgo dan Nirina Zubir dalam Premier Keluarga Cemara

    Film Keluarga Cemara merupakan prekuel dari serialnya. Kisahnya tentang Abah yang diperankan Ringgo Agus Rahman, yang berusaha sebaik mungkin kepada Emak yang diperankan Nirina Zubir, dan kedua anaknya Euis yang diperankan Zara JKT 48 serta Ara yang diperankan Widuri Putri Sasono.

    Namun di pertengahan jalan membangun keluarga ini ada sesuatu yang membuat mereka bangkrut. Abah dan Emak menghadapi dilema, bagaimana beradaptasi dengan situasi ekonomi dan memilih berbohong kepada kedua anaknya.  

    Dari cerita film itu, menurut psikolog anak lulusan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan bohong diperbolehkan ketika kebenaran dikhawatirkan akan melukai perasaan anak. "Kita sering menyebutnya dengan istilah white lie," ujarnya melalui surat elektronik kepada Tempo.

    Vera menambahkan, kebenaran tersebut dikhawatirkan akan membuat anak menjadi insecure karena keterbatasan pemahaman pikirannya. "Anak yang insecure dapat berdampak timbulnya masalah lain, misalnya menjadi tidak nyaman di sekolah, lebih rewel, dan sebagainya," kata Vera,

    Jika Anda terpaksa berbohong di depan anak, tentu berutang penjelasan pada anak. Vera menyarankan untuk  menjelaskan apa yang terjadi dan alasan berbohong dengan bahasa anak. Pilihlah waktu dan situasi yang nyaman untuk anak dan jangan segan untuk minta maaf pada anak karena telah mencontohkan hal yang salah. Tunjukkan penyesalan Anda. Ini tujuannya agar anak merekam bahwa berbohong adalah salah, sehingga tidak menirunya.

    Pastikan saat Anda terpaksa berbohong, ada alasan yang kuat di belakangnya. Vera mengutip sebuah sebuah artikel yang pernah dibaca dan penting dibagikan kepada sesama orangtua: Honesty isn't always the best policy, but it's a pretty good road to take. And just like lying, telling the truth gets easier over time. Yang artinya, kejujuran tidak selalu merupakan kebijakan terbaik, tetapi ini merupakan jalan yang cukup baik untuk diambil. Dan seperti halnya berbohong, mengatakan yang sebenarnya menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.