Senin, 10 Desember 2018

Alasan Chanel Tak Lagi Gunakan Kulit Eksotis dalam Koleksinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gigi Hadid membawakan rancangan terbaru dalam peragaan busana Chanel Cruise 2018/2019 di Paris, 4 Mei 2018. Supermodel berusia 23 tahun mengenakan mantel wol berwarna perak saat melangkah di atas catwalk.Instagram.com/@Celebs_Football

    Gigi Hadid membawakan rancangan terbaru dalam peragaan busana Chanel Cruise 2018/2019 di Paris, 4 Mei 2018. Supermodel berusia 23 tahun mengenakan mantel wol berwarna perak saat melangkah di atas catwalk.Instagram.com/@Celebs_Football

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini banyak label mode besar telah mengadopsi pendekatan yang berkelanjutan untuk fashion. Misalnya beberapa label fashion seperti Burberry, Donna Karan/DKNY/ Donatella Versace, dan Jean paul Gaultier tidak akan menggunakan bulu untuk koleksinya. Baru-baru ini, Chanel mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menggunakan kulit eksotis di dalam koleksi mendatang.

    Baca juga: Nuansa Yunani Kuno dalam Koleksi Cruise 2018 Chanel

    Hal tersebut diumumkan, sehari sebelum Chanel menggelar fashion show pre-fall Metiers d’Art yang digelar Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Selasa, 4 Desember 2018. “Masa depan produk-produk high-end akan datang dari pengetahuan tentang apa yang dapat dilakukan oleh atelier kami,” ujar presiden Chanel fashion Bruno Pavlovsky, seperti dikutip dari laman WWD.

    Kaia Gerber membawakan rancangan koleksi terbaru Chanel di Paris Fashion Week, 6 Maret 2018. Model berusia 16 tahun dipercaya tampil dalam sejumlah catwalk di pekan mode di Paris. AP/Thibault Camus

    Kulit eksotis yang dimaksud termasuk buaya, cicak, ular dan ikan pari. Pavlovsky mencatat daftar itu juga mencakup bulu, yang mana Chanel menggunakan sangat sedikit. Pavlovsky menjelaskan bahwa semakin sulit untuk mendapatkan kulit yang memenuhi standar kualitas dan etika rumah mode tersebut, dan itu akan memfokuskan penelitian dan pengembangannya pada tekstil dan kulit yang dihasilkan oleh industri “agribisnis pangan”.

    Chanel juga sudah menggunakan bahan tweed lagi, tetapi sulaman rumit yang sulit untuk disalin. Eksekutif mencatat produk yang menggunakan kulit eksotis membutuhkan waktu lama untuk produksi dan distribusi. Meski begitu, Pavlovsky menolak untuk menunjukkan nilai bisnis kulit eksotis Chanel.

    Fashion show ini adalah pertama kalinya Karl Lagerfeld dan Chanel akan tampil di Manhattan sejak presentasi koleksi Métiers d'Art di butik 57th Street pada tahun 2005 dan cruise show tahun 2006 di Grand Central Terminal, New York.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.