Senin, 10 Desember 2018

Gaya Hijab Ratu Wushu Indonesia Lindswell Kwok

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi. Instagram.com/@nahrawi_imam

    Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi. Instagram.com/@nahrawi_imam

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet wushu Lindswell Kwok mengunjungi kediaman Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bersama kekasihnya Achmad Hulaefi. Keduanya datang untuk meminta restu menikah. Hal ini diketahui dari video yang diunggah Imam Nahrawi melalui akun Instagram-nya, Senin 3 Desember 2018.

    Baca juga: Lindswell Kwok Akan Masuk Lembaran Hidup Baru, Pensiun Jadi Atlet

    Tak banyak kata yang terucap dari Lindswell namun ia terlihat bahagia. “Alhamdulillah,” kata Lindswell saat ditanya kabarnya oleh Imam Nahrawi. Dalam video itu, Lindswell Kwok terlihat menggunakan hijab bernuansa pastel. Gaya hijab yang digunakan oleh ratu wushu Indonesia ini adalah gaya hijab syar’i. Gaya hijab syar’i adalah gaya hijab yang tidak menunjukkan bentuk tubuh wanita yang menggunakannya. Biasanya, gaya syar’i dilengkapi dengan  busana yang lebih lebar dan longgar.

    Lindswell Kwok terlihat menggunakan hijab berwarna pink polos. Dia juga menggunakan pin kecil di hijabnya dan terlihat ada dalaman hijab berwarna hitam. Dari penampilan berhijab pertamanya, bisa dikatakan kalau gaya hijab syar’i akan menjadi salah satu gaya hijab wanita yang berusia 27 tahun ini.

    Lindswell Kwok dan Ahmad Hulaefi sudah menjalin hubungan asmara bahkan sebelum ajang Asian Games 2018. Lindswell Kwok mendapatkan medali emas di nomor Taijiquan-Taijijian, saat bertanding di Asian Games 2018, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. 

    Setelah mendapatkan medali emas ini, Lindswell Kwok mengatakan kalau ini adalah ajang terakhirnya di bawah bendera Merah Putih. Lindswell ingin pensiun dini dari wushu dari sejak 2015 karena cedera lutut kanan dan kiri. Sekarang Lindswell sibuk dengan persiapan untuk pernikahannya dengan sang kekasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.