7 Hal yang Harus Diketahui tentang Jerawat di Area Vagina

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Miss V

    Ilustrasi Miss V



    #5. Tidak dapat dicegah
    Jika jerawat vulva menunjukkan dirinya sebagai abses, mereka biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sayangnya, Dr. Shainhouse mengatakan kamu tidak dapat benar-benar mencegahnya. Kabar baiknya adalah, ada cara untuk meredakannya. Misalnya, dengan kompres hangat untuk kenyamanan. Tetapi jika terlalu sakit untuk duduk, berjalan, atau bahkan memakai pakaian dalam, mungkin perlu menemui dokter kulit. "Mereka dapat membedahnya, jika sudah siap atau disuntik dengan steroid ringan untuk mengurangi peradangan," katanya. "Kadang-kadang Anda mungkin memerlukan antibiotik oral selama beberapa hari."

    #6. Jika bukan Folliculitis Atau Abses, kemungkinannya adalah
    Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kulit inflamasi yang kemungkinan besar memiliki komponen genetik atau autoimun, kata Dr. Shainhouse. Gejalanya dapat berkisar dari ringan hingga parah, dan sering muncul sebagai kista yang menyakitkan, berulang dan persisten, atau lesi jerawat yang dipenuhi nanah. Selain daerah vagina, ini juga bisa terjadi di ketiak, bokong, dan payudara.

    Tidak seperti bentuk-bentuk jerawat vulva lainnya, ini adalah salah satu yang harus dikelola oleh dokter karena itu hilang dan kembali begitu sering sepanjang hidup. "Ini dapat diatasi dengan pembersihi anti-bakteri yang dijual bebas, resep antibiotik topikal dan oral, serta suntik imunomodulator biologis," katanya. "Kadang-kadang saluran sinus dan kista bisa dibasmi (dipotong terbuka) dan dikeruk habis atau benar-benar dipotong oleh seorang ahli bedah."

    #7. Jerawat vulva bukan infeksi menular seksual
    jerawat vulva sering disebut herpes atau kutil kelamin. Meskipun mungkin terlihat dan mirip, tapi tidak. Menurut Dr. Shainhouse, orang sering bingung antara jerawat vulva dengan herpes, kutil kelamin, dan moluskum kontagiosum, yang semuanya terlihat seperti lecet dan benjolan non-folikel. Pastikan Anda tidak menyentuh atau memencet jerwat. Jika jerawat vulva menjadi luka terbuka dan kamu melakukan aktivitas seksual, dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi menular seksual jika tidak berhati-hati.

    Jerawat di daerah vagina tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi tentu saja, jika merasa tidak nyaman atau mengalami rasa sakit, segera berkonsultasi dengan dokter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.