Kelly Tandiono Pernah Tak Makan Demi Berat Badannya Turun

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model dan artis asal Indonesia, Kelly Tandiono. Tempo/Aditia Noviansyah

    Model dan artis asal Indonesia, Kelly Tandiono. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelly Tandiono salah satu model ternama Indonesia, yang sudah beberapa kali berjalan di fashion show luar negeri. Meski begitu, ia sempat merasa tak percaya diri. 

    Baca juga: Kelly Tandiono Rutin Pakai Masker Demi Menjaga Kulit

    Kelly Tandiono menceritakan sebelum tampil di peragaan busana London Fashion Week misalnya, ia sempat tidak makan dua minggu karena ingin menurunkan berat badan. “Pas London Fashion Week sudah kurus banget badannya. Karena merasa kompetisinya itu tinggi banget, pernah crash diet. Jadi dalam dua minggu hanya minum air lemon dan cabai cayenne. Selama dua minggu tidak makan apa-apa,” ujarnya, saat ditemui di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

    Artis Prisia Nasution memperagakan bikini karya Kelly Tandiono dengan label Cover Me Not yang bertajuk "Amy Winehouse" dalam Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta, 23 Oktober 2016. TEMPO/ Nita Dian

    Saat itu, Kelly Tandiono yang tubuhnya memiliki tinggi 176 centimeter, berat badannya turun menjadi 49 kilogram. Dia mengaku berat badannya itu sangat rendah. “Sebenarnya bukan dari panitia yang bilang aku harus kurus atau apa, tapi karena kepercayaan diri rendah, aku model Asia di London, mencoba untuk bisa berhasil di sana, jadi lebih sadar saja,” lanjut Kelly.

    Wanita berusia 32 tahun ini mengatakan kalau dia seharusnya tidak berpikir seperti itu. Dia kini merasa bahagia dengan berat badannya sekitar 56-57 kilogram. “Sekarang aku sehat dan bahagia, aku makan dan aku olahraga. Enak sih perasaannya,” tutur Kelly Tandiono yang mengingatkan agar bahagia dengan diri sendiri. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.