Prinsip Hidup yang Dipelajari Gustika Jusuf Hatta dari Bung Hatta

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 1/Dokumentasi Pribadi

    Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 1/Dokumentasi Pribadi

    TEMPO.CO, JakartaGustika Jusuf Hatta, cucu wakil presiden Muhammad Hatta menjadi pembicaraan setelah merespon pernyataan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak. Dalam video yang dibuat oleh tim pemenangan Prabowo - Sandiaga ini, Dahnil mengatakan Sandiaga merupakan representasi dari sosok baru Bung Hatta.

    Baca juga: Gustika Jusuf Hatta Mengenal Bung Hatta dengan Cara Berbeda

    Melalui akun Twitter @Gustika, putri Halida Nuriah Hatta itu mencuitkan unek-uneknya. "Untuk orang yang kesabarannya minus kayak gue gini, denger kakek gue disamain sama Sandiaga Uno rasanya mau muntah," tulis Gustika pada Rabu, 24 Oktober 2018. Masih dalam kicauan yang sama, Gustika mengatakan Bung Hatta tak bisa disamakan dengan siapa pun. Bahkan, kata dia, dengan orang yang memiliki hubungan kekerabatan sekali pun.

    Sebagai cucu Bung Hatta, perempuan kelahiran 19 Januari 1994 ini tentu mendapat banyak pelajaran dari sang kakek. Salah satunya tentang kejujuran. “Misalnya seperti Datuk dulu berkomitmen tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka, dan ia pegang komitmen tersebut,” ujarnya kepada Tempo.

    Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 3/Dokumentasi Pribadi

    Gustika Jusuf Hatta menambahkan pelajaran lainnya adalah tentang keberaninan. Dia menceritakan semasa kakeknya masih kecil mendapat hukuman dari neneknya, sang kakek hanya ingin dibebaskan oleh neneknya. “Walaupun Datuk itu orangnya lembut, beliau sangat berani ambil risiko untuk hal-hal yang dia yakin adalah jalan yang benar,” kata perempuan yang baru saja lulus dari King’s College London.

    Prinsip lainnya adalah melakukan sesuatu dengan benar dan sesuai passion-nya. Ia pun mendapat kebebasan dalam keluarga, asal melakukannya dengan benar dan berguna untuk masyarakat. “Sama seperti Datuk waktu menyarankan Ibu untuk ambil sekolah hukum, tapi Ibu pengin politik. Diberi kebebasan aja dalam keluarga, asal melakukannya dengan benar dan berguna untuk masyarakat. Jangan setengah-setengah gitu,” kata Gustika yang menyukai semua buku George Orwell.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.