Gustika Jusuf Hatta Mengenal Bung Hatta dengan Cara Berbeda

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 2/Dokumentasi Pribadi

    Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 2/Dokumentasi Pribadi

    TEMPO.CO, JakartaGustika Jusuf Hatta adalah cucu Muhammad Hatta, wakil presiden pertama Indonesia. Perempuan kelahiran 19 Januari 1994 tentu mendapat banyak pelajaran dari sang kakek. Namun dia memiliki cara sendiri mengenal sosok Bung Hatta.

    Selama ini kebanyakan kita mengenal sosok Bung Hatta dari buku-buku tentang dirinya. Gustika mengatakan caranya mengenal sosok Bung Hatta berbeda dengan orang di luar keluarganya. “Saya belajar dari dalam ke luar, mereka belajar dari luar ke dalam,” ujarnya kepada Tempo.

    Menurut dia, hanya karena pernah membaca buku (mengenai) Bung Hatta, belum tentu artinya mereka mengenal esensi dari prinsip-prinsipnya “When you’re reading a book, you’re uncovering a layer from the outside. Harus dicerna juga,” ujar Gustika Jusuf Hatta.

    Cucu Wakil Presiden Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta 4/Dokumentasi Pribadi

    Meski begitu ia mengaku sebagai cucu, ia tidak pernah dipaksa untuk membaca buku Bung Hatta. “Ada masanya akan baca sendiri. Tidak ada pemaksaan. Mungkin karena yang ditanamkan adalah prinsip-prinsip beliau lebih dahulu, maka ketika dewasa baru kami penasaran untuk baca bukunya,” ujar perempuan lulusan King’s College London itu.

    Nama Gustika Jusuf Hatta menjadi pembicaraan setelah melayangkan protes atas pernyataan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak. Dalam video yang dibuat oleh tim pemenangan Prabowo - Sandiaga ini, Dahnil mengatakan Sandiaga merupakan representasi dari sosok baru Bung Hatta.

    Melalui akun Twitter @Gustika, putri Halida Nuriah Hatta itu mencuitkan unek-uneknya. "Untuk orang yang kesabarannya minus kayak gue gini, denger kakek gue disamain sama Sandiaga Uno rasanya mau muntah," tulis Gustika pada Rabu, 24 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.