Selasa, 23 Oktober 2018

Mual Setelah Minum Susu Belum Tentu Intolerasi Laktosa

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi susu (pixabay.com)

    ilustrasi susu (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua anak bisa mengkonsumsi susu. Salah satunya karena intoleransi laktosa. Padahal susu sangat baik dan dibutuhkan anak-anak untuk kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang mereka. 

    Baca juga: 5 Makanan Sumber Kalsium selain Susu

    Intoleransi laktosa merupakan suatu keadaan dimana tubuh seseorang tidak dapat memproduksi laktase (enzim untuk mencerna laktosa menjadi glukosa dan galaktosa), sehingga produksi enzim laktase menjadi berkurang. 

    Menurut pakar gizi, Rizal Alaydrus, susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2. Awalnya sapi di seluruh dunia hanya menghasilkan protein A2 saja, tapi seiring berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik, saat ini semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

    Namun, susu dengan kandungan protein A1 sendiri disebut menyebabkan efek samping ketika mengkonsumsinya. "Efeknya muncul gejala mual, kembung, atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh," kata Rizal.

    Lebih lanjut Rizal menambahkan, hal itu memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa. Seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu. 

    Marketing Manager KIN, Anton Budiharjo, menjelaskan sebagian orang banyak mengalami reaksi pada tubuhnya sesaat setelah mengonsumsi susu dan menganggap hal itu adalah normal. Reaksi yang dirasakan diantaranya adalah rasa tidak nyaman di perut seperti rasa kembung, mual, bahkan mulas. 

    "Padahal seharusnya minum susu sama seperti kita mengonsumsi minuman lain yang tidak menimbulkan respon di perut. Banyak orang menduga hal ini disebabkan karena mereka lactose intolerant, padahal bisa jadi karena tubuhnya tidak dapat mencerna protein A1 yang terdapat dalam susu," tandasnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.