Rutin Menyeduh Teh Ternyata Bisa Mencegah Pikun, Cek Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman teh. Christopher Furlong/Getty Images

    Ilustrasi minuman teh. Christopher Furlong/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Meminum teh ternyata tidak hanya sekedar menenggaknya. Lebih dari itu, teh ternyata merupakan meditasi.

    Hal itu diungkapkan oleh pecinta teh yang dijuluki sebagai Master Teh, Suwarni Widjaja. Namun, wanita bernama asli Tjen Soen Tjau ini menuturkan bahwa meditasi yang dimaksud bukanlah yang diam, melainkan meditasi bergerak.

    Artikel terkait:
    Mengenal Aneka Teh dan Manfaatnya serta Cara Minum yang Tepat
    Nikmati Teh di Pagi dan Sore, Rasakan Khasiatnya buat Tubuh
    Teh, Pakai Gula atau Tidak? Ingin Tahu Pilihan Pakar?
    Terbiasa Minum Teh, Rasakan 5 Manfaatnya

    “Meditasi kan duduk diam. Kalau ini [menyeduh teh] saya harus berbicara dengan rekan semeja, tetapi tetap berkonsentasi. Ini meditasi yang bergerak,” tuturnya.

    ADVERTISEMENT

    Suwarni menjelaskan bahwa dalam menyeduh teh, otak kanan dan otak kiri secara bersamaan terlatih untuk berkerjasama dimana tangan kanan, tangan kiri, dan mulut berfungsi semua.

    “Makanya kalau latihan begini, mungkin saja yang biasanya orang dalam 10 tahun ke depan sudah pikun, sementara kita pikun 15 tahun ke depan. Kenapa? Karena kita melatih otak. Inilah yang dinamakan meditasi yang bergerak,” jelasnya.

    Dia menceritakan bahwa negara yang terbiasa melakukan rutinitas meminum teh sebagai seni meditasi adalah Cina dan Taiwan. Begitu bangun tidur mereka meminum teh, dan inilah kebiasaan yang menurutnya membuat penikmat teh menjadi lebih sehat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.