Mitos Peremajaan Kulit dengan Laser, Benarkah Bikin Hitam?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laser Picosure dengan teknologi yang mutakhir mampu menjadi sarana perawatan kulit, termasuk di dalamnya mampu menghapus tato secara aman dan efektif.

    Laser Picosure dengan teknologi yang mutakhir mampu menjadi sarana perawatan kulit, termasuk di dalamnya mampu menghapus tato secara aman dan efektif.

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski banyak keuntungan yang didapatkan, tidak sedikit pula pasien yang ragu untuk melakukan peremajaan kulit dengan laser karena banyak mitos mengenai dampak negatif penggunaan laser, misalnya saja efek ketergantungan.

    Menurut dokter spesialis kulit dan kecantikan Kardiana Purnama Dewi, mitos tersebut tidak benar. Memang untuk hasil maksimal, laser rejuvenation dapat dilakukan berulang setiap dua minggu sekali.

    “Namun, jika tidak dilanjutkan pun tidak apa karena tidak ada efek ketergantungan,” tuturnya.

    Artikel terkait:
    2 Macam Peremajaan Kulit dengan Laser, Mana yang Lebih Oke?
    Bedanya Perawatan Kecantikan Laser dan Chemical Peeling
    Manfaat Perawatan Kulit Wajah dengan Laser, Cahaya, dan Oksigen
    Coba Perawatan Kecantikan Laser, Ini Jenis dan Syaratnya

    Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa laser bisa menyebabkan kulit menghitam. Hal tersebut menurutnya memang benar tetapi tidak berlaku untuk laser rejuvenation melainkan pada laser perawatan pigmentasi atau untuk menghilangkan noda atau bintik hitam di kulit.

    Ketika laser diarahkan pada titik-titik yang yang mengalami masalah pigmen cenderung memicu luka yang kemudian akan mengering dan menghitam. Namun, kondisi tersebut akan menghilang dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari.

    “Makanya dalam waktu dua minggu hindari terkena sinar matahari langsung karena akan membuat kulit semakin menghitam. Hindari juga penggunaan makeup ketika kulit masih iritasi. Cukup oleskan pelembab dan tabir surya untuk meminimalisir iritasi kulit,” ujarnya.

    Hal lain yang dikhawatirkan ketika menggunakan laser ialah risiko kanker yang disebabkan oleh radiasi. Namun hal tersebut dibantah oleh Dewi. Menurutnya, penyebab kanker bukanlah laser melainkan gaya hidup yang tidak tepat.

    Laser rejuvenation dapat dilakukan oleh pasien yang telah berusia 20 tahun tetapi harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebab prosedur proses pengerjaan harus disesuaikan dengan jenis kulit. Pasalnya, untuk kulit sensitif biasanya akan muncul efek samping berupa wajah yang kemerahan serta iritasi. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan krim wajah dari dokter.

    “Lebih baik lakukan proses laser dengan dokter yang ahli dan berpengalaman sehingga dapat meminimalisir efek samping sebab jika energi yang digunakan berlebihan juga akan menyebabkan munculnya iritasi dan kemerahan,” papar Dewi.

    Selain itu, pasien yang ingin melakukan proses perawatan sebaiknya hindari terlebih dulu penggunaan krim malam yang mengandung bahan pengelupasan seperti asam minimal tiga hari sebelum dan tiga hari setelah proses pengerjaan. Jangan lupa pula untuk menggunakan pelembab dan selalu pakai tabir surya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.