Rabu, 19 September 2018

Bunga Mega Bentuk Komunitas CeweQuat untuk Berdayakan Perempuan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Mega pendiri komunitas CeweQuat. Instagram.com/bunga_mega

    Bunga Mega pendiri komunitas CeweQuat. Instagram.com/bunga_mega

    TEMPO.CO, Jakarta - Bunga Mega mendirikan komunitas CeweQuat yang bertujuan memberdayakan perempuan. Ada beragam isu seputar dunia perempuan dibahas dalam komunitas. Mulai tahun ini, Bunga memilih fokus mengampanyekan kesehatan mental dan pentingnya support system atau sistem pendukung sosial.

    Baca juga: Psikolog: Stigma Keperawanan Buruk buat Perempuan

    Salah satu alasan mengkampanyekan hal ini karena semakin tingginya angka kekerasan terhadap wanita di Indonesia. Metode kampanye yang dilakukan Bunga lewat CeweQuat adalah dengan mengadakan kopi darat mini bernama Tabletalk di beberapa kota. Konsepnya mirip sesi curhat dalam kelompok kecil dengan topik yang ditentukan.

    Contohnya, topik tentang caranya lepas dari hubungan yang tak sehat, yang baru diadakan akhir Agustus lalu. Acara ini dibuat para sukarelawan yang jadi fasilitator acara. Sebelumnya, sukarelawan menjalani pelatihan secara daring selama sebulan. Bunga Mega mengatakan Tabletalk dirancang menyenangkan seperti bermain. Tujuannya supaya orang-orang terbuka, tanpa perlu merasa seperti diinterogasi.

    "Setelah mereka terbuka, kami akan bantu merunut masalah mereka, permulaannya seperti apa. Kalau mengalami gangguan mental apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mencari bantuan? Selama mereka tidak menyadari masalah mereka, kondisi mereka akan terus berulang. Itu yang berusaha kami hentikan," kata Bunga.

    Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat (Markuat / tabloidbintang.com)
    Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat (Markuat / tabloidbintang.com)

    Kini, Tabletalk telah diselenggarakan di 12 kota, salah satunya Kabupaten Melawi di Kalimantan Barat. Bunga berkeinginan menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah. Menurutnya, edukasi dan kesadaran tentang kedua isu ini masih rendah terutama di luar kota besar. "Kebanyakan komunitas dan gerakan masih berpusat di Jabodetabek. Akses informasi mereka yang berada di daerah lain terbatas. Sulit kalau kami cuma berharap mereka tahu, tanpa menjemput bola dengan tim sukarelawan di daerah sana," kata Bunga. 

    Meski bersifat nirlaba, Bunga berharap nantinya CeweQuat bisa memiliki tim ahli berupa psikolog dan psikiater. Para sukarelawan juga diajak berkontribusi menjadi pengurus CeweQuat. "Semoga CeweQuat bisa jadi bagian dari para perempuan mengenal diri mereka sendiri dan juga menjadi bagian dari penyembuhan mereka. Berikutnya setelah sembuh, mereka akan berdaya," tandasnya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.