Rabu, 26 September 2018

Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan, Bagaimana Mengetahuinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    https://www.tempo.co/tag/kesehatanTEMPO.CO, Jakarta - Gula adalah bahan makanan yang dibutuhkan manusia. Gula adalah salah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan mudah dicerna untuk memaksimalkan fungsi kerja tubuh, otak, sekaligus sumber energi.

    Konsumsi gula berlebih bisa mendatangkan berbagai penyakit. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengimbau asupan gula dari makanan maupun minuman tidak lebih dari 50 gram (4 sendok makan) per hari untuk dewasa dan 30 gram (6 sendok teh) per hari untuk anak.

    Artikel terkait:
    8 Pemanis yang Lebih Sehat sebagai Pengganti Gula Tebu
    Teh, Pakai Gula atau Tidak? Ingin Tahu Pilihan Pakar?
    5 Alasan Gula Memicu Penyakit Mematikan
    3 Pengaruh Gula pada Kondisi Kulit

    Menurut data Survei Konsumsi Makanan Individu Indonesia pada 2014, sebesar 29,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi WHO.

    "Konsumsi gula berlebih salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan adanya gula tersembunyi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Gula tersembunyi ini bisa hadir sebagai tambahan dalam makanan olahan maupun secara alami ada di dalam bahan makanan," ulas Division Head for Health and Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc.

    Mirah mengingatkan makanan atau minuman yang tidak manis sekalipun dapat mengandung gula tersembunyi penyebab gigi berlubang. Gigi berlubang atau karies digambarkan sebagai empat mata rantai yang saling berinteraksi, yaitu host yang terdiri gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan, dan waktu.

    Kondisi host dan mikroorganisme tergantung dari kondisi alami dan perilaku kesehatan gigi masing-masing individu.

    "Substrat dan waktu merupakan faktor yang dapat kita kendalikan. Proses karies akibat gula dapat dikendalikan dengan mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies. Caranya, rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, konsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali," tambah Mirah.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.