Kamis, 15 November 2018

Eksfoliasi untuk Kulit Sensitif, Catat Bahan yang Harus Dihindari

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi scrubs wajah. femaledaily.com

    Ilustrasi scrubs wajah. femaledaily.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika sering memperhatikan di media sosial kini semakin banyak wanita yang melakukan eksperimen dengan banyak produk. Tak sedikit juga yang merasakan efek buruk pada kulit wajah mereka.

    Baca juga: Pentingnya Eksfoliasi untuk Menjaga Kulit Sehat dan Bercahaya

    Dermatolog New York Dendy Engelman mengatakan sering bertemu dengan pasien yang kulitnya terkelupas sampai di titik dimana dirinya dapat melihat pembuluh darah mereka. Produk perawatan kulit seperti scrub granular dan masker tanah liat seperti diketahui dapat memperparah kulit sensitif.

    Jika kulit Anda rentan terhadap sensitivitas, dermatology Neil Sadick mengatakan untuk menghindari physical scrub yang dapat berdampak iritasi pada kulit. Sebagai gantinya, gunakan chemical exfoliant yang mengandung asam atau enzim, dan tidak menggunakannya lebih dari seminggu sekali.

    Ilustrasi kulit wajah sensitif. shutterstock.com

    Setelah itu mulailah memperhatikan pelindung kulit. Hal ini sangat penting, pelindung kulit berfungsi sebagai pembatas untuk mencegah iritasi karena pemakaian makeup dan kotoran agar tidak berada di bawah permukaan dan menimbulkan masalah lain pada kulit. Terlalu sering mengeksfoliasi kulit dapat mengikis strultur pelindung kulit yang secara alami kekuatannya berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

    “Gunakan perawatan kulit yang dibuat dengan ramuan seperti ceramide, kolesterol dan asam lemak satu kali sehari,” ujar Engelman seperti dilansir dari Women’s Health. Bahan-bahan tersebut yang memperkuat pelindung kulit dan mengisi celah yang memungkinkan terjadinya iritasi. 

    Artikel lain: Tips Memilih Produk Perawatan untuk Kulit Sensitif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.