Selasa, 21 Agustus 2018

Ibu Bisa Memberikan ASI Eksklusif Meski Bayi Masuk NICU

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Data Kementerian Kesehatan pada 2017 menunjukkan populasi ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayi hingga 6 bulan hanya 35,73 persen. Angka ini masih di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yakni 50 persen.

    Baca juga:
    Manfaat Jika Bayi Rajin Ngemil
    Ketahui Jenis Kulit Bayi Sejak Lahir untuk Mencegah Penyakit

    Salah satu alasan ibu tidak menyusui bayinya lantaran melahirkan prematur yang membuat buah hatinya masuk ke ruang NICU atau A neonatal intensive care unit. Kondisi ini membuat si kecil tidak bisa menjalani Inisiasi Menyusui Dini atau IMD.
    Dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Ibu Anak Budi Kemuliaan Jakarta, Mohammad Baharuddin mengatakan kelahiran prematur dipicu banyak faktor. Di antaranya, pendarahan, kurang darah, hipertensi, kelainan jantung, HIV, dan riwayat penyakit berat lain sebelum hamil.

    Kemungkinan lain, menurut dia, di tengah kehamilan ibu mengalami gangguan kesehatan. "Gangguan itu misalnya keputihan yang dibiarkan berlarut-larut dan infeksi kantung kencing akibat lingkungan yang kurang bersih, diabetes, dan hipertensi saat hamil. Ciri-ciri bayi yang masuk NICU yakni lahir prematur atau lahir pada usia kandungan di bawah 34 minggu," ucap Muhammad Baharuddin di Jakarta.

    Direktur Lembaga Kesehatan RSIA Budi Kemuliaan, doter Fahrul W. Arbi menjelaskan, ibu hamil yang mengalami komplikasi sangat berisiko melahirkan bayi prematur. Komplikasi itu memicu terjadinya gangguan pertumbuhan selama hamil. Akibatnya, risiko janin punya kelainan bawaan seperti kelainan jantung membesar.

    Ilustrasi ibu mengunjungi bayinya yang berada dalam inkubator di ruang NICU. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Jika ini terjadi, dokter kandungan biasanya bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam, spesialis mata, nutrisionis, spesialis anak, hingga anestesi. "Berdasarkan pengalaman saya, dari semua persalinan, 10 persen bayi yang dilahirkan butuh alat bantu agar bisa bertahan hidup atau mesti masuk ke ruang NICU untuk dihangatkan dan diberi oksigen," ucap Fahrul.

    Mengenai inisiasi menyusui dini, Fahrul mengatakan ibu yang bayinya terpaksa menginap di ruang NICU jangan berkecil hati karena peluang itu tetap ada. "Ibu dan suami harus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," kata dia. "Bayi yang bermasalah dengan pernapasan dan harus masuk ke ruang NICU bisa ditempelkan sejenak ke puting ibu lalu dilarikan ke ruang NICU. Sebab, dalam kondisi genting seperti ini, apapun bisa terjadi dalam hitungan detik."

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018