Selasa, 21 Agustus 2018

Manfaat Jika Bayi Rajin Ngemil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi makan biskuit. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi makan biskuit. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebesar 30 persen nutrisi harian bayi usia 8 bulan ke atas, yang diperoleh dari makanan pendamping air susu ibu atau MPASI, diberikan dalam bentuk camilan atau makanan selingan (snack). Karena itu, orang tua perlu memilih jenis snack yang tepat untuk si kecil, baik dari segi kandungan gizi, tekstur, maupun rasa dan jenisnya.

    Makanan camilan untuk bayi tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan asupan gizi dan variasi makanan, tapi juga menjadi sarana untuk menstimulasi kemampuan motorik halus dan melatih self-feeding skill guna membentuk kemandirian sejak dini.

    Praktisi kesehatan anak, dr Margareta Komalasari, Sp.A, menjelaskan pentingnya snacking bagi bayi. “Memasuki akhir usia 7 bulan, bayi mulai mampu mengkoordinasikan gerak motorik halus, seperti meraih, mengambil, dan memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan lain dengan baik dan mampu menjimpit benda dengan kedua jarinya,” katanya.

    Dalam fase ini, dia melanjutkan, orang tua dapat memberikan stimulasi berupa finger food dengan ukuran dan tekstur yang tepat sebagai camilan untuk melatih kemampuan menjimpit agar jemari tangan si kecil semakin lincah. “Stimulasi yang diberikan bisa berdampak pada perkembangan kemandirian makan, kemampuan memegang alat tulis, hingga kemampuan menulis di kemudian hari,” ujarnya.

    Psikolog anak, Novita Tandry, menuturkan camilan bagi bayi usia 8 bulan ke atas dapat menjadi sarana melatih self-feeding skill, yang dapat melatih kemandirian anak sejak usia dini. Di masa ini, bayi juga sedang berada pada tahap oral development, yaitu bayi suka memasukkan benda apa pun ke mulut.

    “Dengan begitu, memberikan camilan merupakan salah satu cara agar tetap dapat memenuhi rasa keingintahuan si kecil dengan cara aman, sehat, dan sesuai dengan tahapan usianya,” ucapnya. Hanya, kata dia, tak sembarang makanan bisa dijadikan camilan buat bayi.

    Orang tua mesti mempertimbangkan tekstur, rasa, dan kandungan gizinya. Salah satu pertimbangan yang cukup penting untuk camilan bayi adalah sebaiknya makanan tersebut lumer dalam waktu cepat di mulut bayi untuk menghindari risiko tersedak.

    LUCIANA

    Berita lainnya:
    Sate Taichan Crispy, Lezat dan Renyah untuk Berbuka Puasa
    Julia Perez Telah Tiada, Bagaimana Nasib Akun Instagramnya?

    5 Kunci Utama Merawat Anak Bersama Mantan, Jangan Jadi Hater


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.