Senin, 22 Oktober 2018

Kumalasari Tak Mau Coba-coba Perawatan Kecantikan di Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kumalasari. Instagram.com

    Kumalasari. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan Kumalasari berubah drastis baik fisik maupun wajahnya. Tak tanggung-tanggung dia mengeluarkan uang miliaran rupiah demi perubahan penampilannya itu. Kini setelah berhasil menurunkan berat badan hingga 60 kilogram, Kumalasari berusaha menjaga penampilannya agar tetap terjaga kecantikannya.

    Baca juga:
    Selain Kumalasari, Penampilan 3 Seleb Ini Juga Berubah Drastis
    Kumalasari Langsing dan Cantik, Intip Perawatan yang Dilakukan

    “Saya merawat kecantikan di sebuah klinik di kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat,” ujar Kumalasari. Dia memiliki alasan kenapa ia memilih mendatangi klinik kecantikan di Jakarta dibandingkan terbang keluar negeri untuk melakukan perawatan kecantikan. 

    “Saya memiliki teman yang melakukan operasi mempercantik bagian hidung dan pipinya, kira-kira habiskan uang 500 juta,” cerita Kumalasari. Namun menurut dia,  wajah temannya bukannya tambah cantik malah menjadi terlihat aneh.

    Artikel lain:
    Widy Vierratale Lakukan Perawatan Kecantikan Botox dan Filler
    Dokter Kecantikan Punya Rumus Bentuk Wajah yang Ideal, Apa Itu?

    Kumalasari menegaskan perawatan kecantikan keluar negeri bukan menjadi jaminan penampilan seseorang tambah cantik. “Saya enggak mau coba-coba apalagi biayanya mahal, di Indonesia banyak dokter kecantikan yang lulusan luar negeri juga,” ujarnya.

    Disinggung soal penampilannya yang bisa menurunkan berat badannya secara drastis, Kumalasari mengagumi bentuk tubuh penyanyi luar negeri seperti Jennifer Lopez, Alicia Keys, hingga Toni Braxton. “Saya tahu dulu tubuh mereka gemuk tidak seperti sekarang, ternyata untuk mencapai berat badan ideal harus menjaga makan dan melakukan olah raga,” ujar Kumalasari.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.