Selasa, 21 Agustus 2018

Memahami Psikosomatik, Gangguan Mental yang DIkira Penyakit Fisik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit kepala di kantor. Shutterstock.com

    Ilustrasi sakit kepala di kantor. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak wanita muda sering merasakan sakit kepala yang berlebih atau nyeri punggung yang tak tertahankan. Namun, ketika dikonsultasikan dengan dokter dan melakukan sejumlah pemeriksaan tidak ditemukan adanya gangguan.

    Inilah yang disebut dengan gangguan psikosomatik. Gangguan mental psikosomatik merupakan kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap fisik. Kondisi mental dapat mempengaruhi seberapa buruk penyakit fisik seperti stres dan kecemasan. Sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh.

    Artikel terkait:
    Gula Picu Gangguan Mental? Simak Penelitiannya
    Aneka Gangguan Mental Menyerang Generasi Milenial, Apa Sebabnya?
    Gangguan Mental Sempat Menghambat Karier Model Kendall Jenner
    Penderita Gangguan Kejiwaan Juga Butuh Empati

    Reaksi dan mengatasi penyakit setiap orang sangat bervariasi. Misalnya, ruam psoriasis mungkin bagi kita tidak mengganggu namun bagi beberapa orang hal ini membuat tertekan dan sakit.

    Faktor mental mempengaruhi bagian fisik yang sakit, misalnya merasakan nyeri dada namun secara fisik tidak ditemukan adanya gangguan. Hal ini lebih disebabkan oleh stres.

    Umumnya penderita psikomatik masih berusia muda, sebagian besar wanita, dan dipicu oleh kecemasan dan stres. Pikiran dapat mempengaruhi penyakit fisik. Sebagai contoh, ketika kita merasa takut atau cemas hal ini dapat meningkatkan detak jantung yang cepat, hati berdebar-debar, merasa sakit atau mual, tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, dan napas menjadi cepat.

    Rasa Mual

    Ketika kita cemas, gejala fisik meningkat akibat meningkatnya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah. Ada juga beberapa bukti bahwa otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit fisik.

    Setiap penyakit ada pengobatannya sendiri. Untuk penyakit fisik, perawatan biasanya pemberian obat-obatan atau operasi. Namun, biasanya dokter juga akan mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit.

    Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis, jaga kondisi mental. Hindari stres, buat pikiran tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi, selalu berpikiran positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa Anda butuh liburan, demikian yang dilansir Patient.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018