Kuku Panjang dan Cantik Berkat Air Beras, Cek Caranya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kuku

    Ilustrasi kuku

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang suka menghias kuku dan mengaplikasikan nail art, Anda pasti ingin kuku lebih panjang agar puas berkreasi. Kaum hawa biasanya senang memoles kuku dengan kuteks cantik dengan berbagai warna. 

    Tapi, ada saja orang yang merasa enggan untuk memoles kukua dengan kuteks karena merasa kukunya belum terlalu panjang. Sadar atau tidak, banyak orang yang menghindari penggunaan kuteks karena merasa bentuk kuku belum sempurna dan menambahkan kuteks di atasnya hanya akan membuatnya semakin buruk.

    Tidak hanya itu. Stigma bahwa kuku yang panjang itu cocok untuk dipoles dengan kuteks juga seringkali menjadi satu dari beberapa alasan mengapa kita menghindari penggunaan kuteks.

    Artikel lain:
    5 Tips Memanjangkan Kuku Secara Alami
    4 Bahan Alami Ini Ampuh Atasi Kuku Kuning, Yuk Coba
    Bentuk Kuku Favorit Kylie Jenner: Peti Mati  
    4 Alasan untuk Tidak Memakai Cat Kuku Setiap Hari

    Mempercepat pertumbuhan bisa dilakukan dengan beberapa cara. Biasanya orang menganjurkan untuk menggunakan minyak zaitun atau bawang putih untuk merangsang kuku agar tumbuh lebih cepat. Tapi sebenarnya ada bahan lain yang bisa digunakan untuk memanjangkan kuku dan ditemui setiap hari, yakni air beras.

    Sekedar info saja, merawat kuku dengan air beras sebenarnya dipercaya sebagai salah satu tradisi turun temurun. Bukan tanpa alasan karena katanya perempuan jaman dulu memiliki kuku yang cantik karena sering terkena air beras saat mencuci beras.

    Bagaimana cara menggunakan air beras untuk mempercepat proses pertumbuhan kuku?

    Jawabannya sangat sederhana, cukup merendam kuku di dalam air beras selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, bersihkan dan keringkan. Untuk hasil yang optimal, disarankan untuk melakukan cara ini sebanyak dua sampai tiga kali seminggu. 

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.