Cucu Aa Gym Meninggal Kemungkinan SIDS dan Dampak pada Orang Tua

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad AA Gym memberi tausiah saat menggelar pengajian Ramadhan bersama Bandung Hijabers Community di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Ustad AA Gym memberi tausiah saat menggelar pengajian Ramadhan bersama Bandung Hijabers Community di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Cucu Aa Gym atau Abdullah Gymnastiar yang baru berusia dua bulan, Gheziya Naura Khadija, meninggal dunia pada hari Minggu, 20 Mei 2018. Putri sulung Aa Gym dan Ninih Muthmainah, Ghaida Tsurayya, menngunggah foto di Instagram mengenai kematian bayi Gheziya yang tiba-tiba.

    Hari ini di ingatkan.. kalau kematian.. gak melihat usia.. gak melihat kondisi.. lagi sehat, atau sakit, atau ceria atau sedih.. bisa menimpa siapa saja.. kita aja gak tau 5 menit kedepan masih hidup apa tidak,” tulis Ghaida di Instagram.

    Cucu Aa Gym. Instagram.com

    Unggahan Ghaida tersebut menuai komentar netizen yang ikut menyampaikan rasa belasungkawa. Namun, tak sedikit juga yang menanyakan penyebab kematian bayi Gheziya. Dari banyaknya komentar netizen ada yang mengaitkan kematian bayi Gheziya karena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak.

    Artikel lainnya: 
    Kontroversi Tempat Tidur Bayi dan SIDS, Apa Itu?
    Memahami 12 Bulan Pertama Tahap Perkembangan Bayi

    Mengutip laman How Stuff Works, orang tua dari bayi SIDS juga menjadi korban. Berbeda dengan orang tua yang bayinya sakit sebelum meninggal, orang tua dari bayi SIDS tidak memiliki peringatan atau waktu mempersiapkan diri secara emosional untuk kehilangan anak mereka.

    Perasaan bersalah menjadi reaksi pertama yang normal. Orang tua segera mulai bertanya-tanya apa yang mereka lakukan atau tidak lakukan untuk menyebabkan kematian sang anak. Tetapi tidak pernah ada bukti bahwa perawatan khusus, atau kekurangannya, dapat mencegah atau berkontribusi terhadap kematian SIDS.

    Dengan SIDS, kematian terjadi dengan cepat dan tidak diketahui langsung. Bayi SIDS meninggal saat tidur dan tanpa sakit. Dalam situasi yang paling umum, bayi yang tampak sehat ditidurkan dan kemudian ditemukan meninggal. Kebanyakan kematian terjadi ketika bayi berusia dua hingga empat bulan, dan risiko SIDS menurun secara drastis setelah usia enam bulan.

    Baca juga: Sindrom Kepala Rata pada Bayi, Pahami Penyebabnya

    Trauma emosional yang dialami oleh keluarga sering mengakibatkan banyak masalah keluarga. Ibu sering ingin berbicara tentang kehilangan mereka tetapi kesulitan menemukan seseorang untuk diajak bicara. Mereka mungkin mengalami perubahan fisik yang sulit ditangani, terutama jika mereka masih menyusui bayinya. Sebagai reaksi terhadap kematian SIDS, kedua orang tua dapat menjadi terlalu protektif terhadap anak-anak mereka yang lain atau berikutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.