Viral Bocah Mandi Oli Bekas, Efeknya pada Kesehatan Mengerikan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak laki-laki dihukum karena telah mencuri onderdil mobil di Sleman, Yogyakarta. (Facebook)

    Seorang anak laki-laki dihukum karena telah mencuri onderdil mobil di Sleman, Yogyakarta. (Facebook)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bocah laki-laki, yang diketahui yatim piatu, dihukum mandi oli bekas oleh pemilik bengkel lantaran diduga mencuri onderdil bekas saat sedang memperbaiki sepedanya yang rusak. Gambar bocah mandi oli bekas itu pun viral di media sosial dan mendapat banyak perhatian.

    Dalam video tersebut terlihat bocah malang itu menyiram sendiri oli bekas dari sebuah jerigen ke seluruh tubuhnya. Dalam video yang berdurasi lebih-kurang satu menit tersebut, bocah berusia 13 tahun yang tinggal di Sleman, Yogyakarta, itu terlihat merasa perih di bagian mata akibat oli yang tidak sengaja masuk. 

    Memberikan hukuman sebagai suatu efek jera agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya perlu memperhatikan dampak hukuman yang diberikan kepada pelaku, apakah membahayakan atau tidak. Seperti diketahui, oli digunakan sebagai pelumas mesin kendaraan. Terdapat zat aditif berbahaya terkandung di dalam oli.

    Dikutip dari situs Poison Control, oli kendaraan merupakan golongan senyawa besar bernama hidrokarbon. Dalam bentuk yang paling sederhana, hidrokarbon merupakan kombinasi atom karbon dan hidrogen.

    Ada banyak jenis hidrokarbon, tapi semuanya cenderung akan terasa berminyak saat disentuh dalam keadaan cair. Ketika zat berminyak tersebut tertelan, dikhawatirkan akan masuk ke saluran pernapasan atau dihirup sebelum memuntahkannya. Hal ini disebut aspirasi, yang dapat menyebabkan infeksi.

    Artikel lain: Senang Makanan Ekstrapedas, Waspadai 4 Masalah Kesehatan Ini

    Saluran napas berada dekat dengan saluran makanan. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya aspirasi. Zat yang dapat mengalir merupakan karakteristik yang disebut dengan viskositas. Hidrokarbon dengan viskositas rendah (lebih tipis) akan lebih memungkinkan terjadinya aspirasi daripada viskositas tinggi (lebih tebal).

    Ketika oli motor tertelan dan turun ke saluran makanan hingga masuk ke lambung, satu-satunya gejala yang mungkin terjadi adalah efek laksatif (mencret atau diare). Jika oli motor tersedot atau dicurigai teraspirasi, seseorang harus dibawa ke instalasi gawat darurat untuk melihat apakah telah terjadi peradangan terhadap paru-paru.

    Oli bekas telah banyak terkontaminasi bahan kimia baru yang lebih beracun dari oli baru. Hal tersebut disebabkan, ketika mobil sedang berjalan, oli terkena panas tinggi, yang menciptakan bahan kimia baru yang lebih beracun.

    Selain itu, saat beredar melalui mesin mobil, oli mengumpulkan kontaminan logam. Berikut ini beberapa akibat yang dapat ditimbulkan oli bekas bagi kesehatan.

    Baca juga: Payudara Sensitif Saat Hamil, Redakan dengan 7 Cara Berikut

    #Menghilangkan minyak pada kulit
    Seperti semua hidrokarbon, oli dapat menyebabkan kulit kering akibat oli yang melarutkan minyak dan lemak di kulit sehingga kulit akan terasa kering hingga iritasi setelah bersentuhan langsung dengan oli.

    #Efek jangka pendek 
    Zat kimia adalah neurotoksin yang dapat memberikan efek pada otak, seperti pusing, euforia, mual, pandangan kabur, dan sakit kepala.

    #Efek jangka panjang  
    Oli dapat menyebabkan bahaya kesehatan jangka panjang juga seperti bensin, yang telah dikaitkan dengan leukimia dan kanker. Penyakit tersebut masuk ke sel dan merusak material DNA. Racun yang terkandung dalam oli dapat diserap langsung melalui kulit atau paru-paru.

    Satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah menjauhkan diri atau memakai alat pelindung, seperti respirator, sepatu, sarung tangan, dan setelan yang dirancang khusus.

    “Dampaknya akan lebih buruk bagi anak-anak,” kata Tracey Woodruff, profesor dan direktur program reproduktif kesehatan dan lingkungan di Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat.

    CANDRIKA RADITA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.