Buat yang Malas Sarapan, Coba Siasati dengan Cara Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita minum susu. iss.it

    Ilustrasi wanita minum susu. iss.it

    TEMPO.CO, Jakarta - Terkadang, karena kesibukan dan terburu-buru melakukan kegiatan, kita bisa lupa atau menyepelekan makan pagi atau sarapan. Padahal sarapan sangat penting untuk menunjang stabilitas tubuh dalam beraktivitas seharian.

    Selain itu, kadang kita memilih sarapan yang mudah dihidangkan, seperti roti.

    "Biasanya yang salah itu masyarakat kalau sarapan hanya mengkonsumsi karbohidrat, misal hanya ambil roti untuk sarapan, sedangkan sarapan yang baik itu harus ada kombinasi dari karbohidrat dan protein," kata Alvin pada acara peluncuran produk Frisian Flag Kacang Hijau di Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

    Alvin mengatakan, jika ingin simpel, mengkonsumsi susu untuk sarapan sudah cukup karena di dalam susu sendiri ada kandungan protein dan karbohidrat.

    Baca juga:
    Sarapan Tak Cuma Makan Pagi, Khasiatnya Langsing dan Gigi Sehat
    Ayo Sarapan, Bikin Sehat dan Berat Badan Terjaga
    Sesibuk Apa pun, Jangan Lewatkan Sarapan, Ini Alasannya

    "Bersama susu kita bisa mengkonsumsi kandungan protein lain, seperti dari kacang hijau, protein nabati, susu biasa, telur juga protein, kan kalau telur mudah dimasaknya," ucap Alvin.

    Sumber karbohidrat bisa didapat dari susu, buah-buahan, gandum kaya oatmeal, dan sebagainya. Pemilihan susu juga bervariasi, bisa full cream atau rendah lemak. Perbedaannya adalah pada susu full cream biasanya kandungan gulanya tidak ada tapi kalorinya lebih tinggi karena ada kandungan lemak.

    Susu rendah lemak kebalikan dari full cream. Kandungan lemak baik dihilangkan tapi sedikit mengandung gula. Jadi kembali ke pilihan tiap orang, ingin mengkonsumsi jenis susu yang seperti apa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.