Kamis, 19 Juli 2018

Mager, Awas 3 Penyakit Ini Mengintai

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi yang semakin memudahkan berbagai urusan membuat masyarakat mager alias malas gerak. Belanja, memesan makanan, menonton film, atau apapun bisa dilakukan dengan sekali sentuh lewat aplikasi di smartphone. 

    Namun, kebiasaan mager seperti itu akan berdampak negatif pada kesehatan. Ada tiga penyakit berbahaya yang mengintai kamu jika kebiasaan mager terus dilakukan.

    Obesitas
    Obesitas akan mudah terjadi pada kamu yang sangat malas berolahraga dan hanya suka mager. Hal itu disebabkan karena metabolisme tubuh melambat dan ujung-ujungnya membuat kita jadi kelebihan berat badan. 

    Baca juga: Jangan Mager, Dampaknya Buruk buat Kesehatan dan Mental

    Malas gerak bisa memicu obesitas Teens (dok. freepik)
     (dok. freepik)

    Baca juga: Kiat Kencangkan Bokong dengan 6 Gerakan Olahraga Berikut

    Tekanan darah tinggi
    Selain obesitas tekanan darah tinggi rupanya juga bisa terjadi saat kita terlalu suka mager. Penyakit yang satu ini memang terdengar biasa tapi tidak boleh diremehkan, Pasalnya tekanan darah tinggi bisa mengundang penyakit mematikan lainnya seperti stroke hingga penyakit jantung.

    Depresi 
    Depresi juga bisa menjadi penyakit mematikan karena saat mengalami hal ini Anda akan malas untuk makan atau malas melakukan apapun. Depresi adalah penyakit mental yang sangat berbahaya karena bisa membuat seseorang berlaku nekat hingga mengakhiri hidupnya sendiri. Saat terlalu sering malas gerak bisa menuntun kamu pada depresi.

    TEEN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.