Jangan Mager, Dampaknya Buruk buat Kesehatan Fisik dan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur. Shutterstock

    Ilustrasi tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda termasuk yang suka malas-malasan di kasur seharian, apalagi di saat cuaca mendung dan gerimis? Itulah kondisi yang disebut mager alias malas bergerak.

    Namun, Anda harus waspada karena mager atau malas gerak lama-kelamaan memiliki dampak negatif pada tubuh, mulai dari munculnya beberapa penyakit hingga kehidupan sosial yang terganggu karena kebiasaan satu ini. Berikut bahaya yang bisa ditimbulkan karena sering mager.

    1. Obesitas
    Bahaya pertama yang bisa ditimbulkan dari keseringan mager adalah obesitas. Bergerak saja malas, apalagi berolahraga. Itulah yang menjadi salah satu penyebab kenapa kita bisa obesitas jika kebiasaan ini tak segera dihilangkan. Apalagi jika Anda suka mager sambil mengemil karena kurang gerak maka metabolisme tubuh akan melambat sehingga menjadi lebih gemuk.

    2. Mengundang banyak penyakit berbahaya
    Obesitas sudah, tapi Anda masih tetap meneruskan kebiasaan mager. Waspadalah, karena sebentar lagi penyakit berbahaya bisa menghampiri. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, hingga stroke bisa terjadi pada seseorang yang obesitas. Jadi, jika Anda sudah merasa kegemukan, maka sebisa mungkin hindari mager dan cobalah untuk berolahraga dan bergerak sebanyak mungkin.

    3. Tulang keropos
    Masih muda tapi sudah terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis. Makanya, jangan mager lagi. Jarang bergerak atau berolahraga bisa membuat kepadatan tulang melemah. Hal itu bisa terjadi karena otot-otot di sekitar tulang menjadi lemah sehingga bisa membuat tulang keropos.

    4. Sering stres
    Tak hanya penyakit fisik saja, mager juga bisa memperburuk kesehatan mental dengan gampang stres. Jika kita selalu malas bergerak maka bisa juga mengakibatkan bosan hingga akhirnya stres. Hormon endorfin yang membuat bahagia tidak muncul saat kita hanya bermalas-malasan saja sehingga bisa berujung timbulnya gangguan mental seperti stres hingga depresi.

    5. Kurang pergaulan dan antisosial
    Mager dan hanya di rumah saja bisa membuat Anda kurang pergaulan. Saat diajak teman untuk ikut kegiatan, Anda tidak mau, diajak jalan menolak. Jika sudah begitu, berarti Anda ingin menutup diri dengan alasan mager. Teman pun akhirnya malas mengajak lagi dan akhirnya tak peduli lagi. Jika masih tetap mager di rumah dan tak mau bersosialisasi, bisa dipastikan Anda telah menjadi orang yang antisosial.

    TEEN

    Artikel lain:
    Insomnia Bikin Tubuh Menderita, Cek 5 Dampak Buruknya
    Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Selama Menstruasi
    Diah Saminarsih, Misi Membawa Isu Kesehatan Indonesia ke WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.