Awas, Keliru Pilih Stroller Taruhannya Perkembangan Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat stroller dan perlengkapan bayi lainnya dalam acara Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2017, JCC, Jakarta, 2 Desember 2017. Pameran ini menghadirkan lebih dari 300 brand dan 200 perusahaan baik produsen dan distributor kebutuhan ibu hamil, menyusui, bayi dan anak. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung melihat stroller dan perlengkapan bayi lainnya dalam acara Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2017, JCC, Jakarta, 2 Desember 2017. Pameran ini menghadirkan lebih dari 300 brand dan 200 perusahaan baik produsen dan distributor kebutuhan ibu hamil, menyusui, bayi dan anak. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Dorongan bayi atau stroller merupakan salah satu barang yang dicari keluarga pemilik bayi. Kehadiran stroller memudahkan seorang ibu untuk membawa bayinya dalam segala aktivitas.

    Pilihan stoller pun semakin banyak di pasaran. Jenis, model, hingga bahannya beragam dan bisa disesuaikan dengan keinginan ibu. Meski begitu, jangan langsung tergiur. Anda harus memperhatikan fungsi stroller dengan saksama, jika salah bisa berdampak buruk pada kesehatan bayi.

    “Dampak medisnya itu nanti pas anak sudah berumur 18 tahun. Bentuk tubuhnya bisa enggak berkembang. Terus tingginya enggak optimal,” ujar dr Lula Kamal dalam acara peluncuran stroller Bugaboo Fox dan We Are Handsome di Skye, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu, 4 April 2018.

    Pilihlah stroller yang sesuai dengan usia bayi. Contohnya stroller yang memiliki posisi tidur untuk bayi berusia enam bulan.

    “Kalau masih berusia enam bulan, jangan berada dalam posisi duduk. Tulang belakangnya belum siap biar pun ada yang merasa bayi sudah kuat,” ujar dr Lula Kamal.

    Artikel lain:
    Pertimbangan Sebelum Membeli Kereta Bayi
    Ketahui Pentingnya Fase Merangkak untuk Pertumbuhan Bayi
    Memahami 12 Bulan Pertama Tahap Perkembangan Bayi

    Kemudian, carilah stroller yang memiliki fitur kuat. Dokter Lula Kamal menyarankan untuk memilih stroller beroda besar.

    “Roda yang besar lebih mantap. Jadi kalau jalanan tiba-tiba enggak rata atau bumpy, kecil kemungkinan stroller terbalik," kata Lula Kamal.

    Terakhir, perhatikan cara menggunakan stroller dalam aktivitas sehari-hari. Dokter Lula Kamal menyoroti bagaimana seorang ibu memakai stroller ketika berbelanja di mal.

    “Kalau kita lagi berada di mal terus turun eskalator, itu turunnya harus benar. Kalau menghadap depan, nanti bayinya terjungkal,” kata dr Lula Kamal.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.