Senin, 24 September 2018

Warna Kamar Anak dan Pengaruhnya pada Tingkah Laku

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

    Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap warna memiliki efek psikologis sehingga jika diterapkan pada sebuah ruang warna ini akan mempengaruhi perilaku orang yang sering tinggal di dalamnya. Efek pewarnaan ini akan semakin besar pengaruhnya jika diaplikasikan pada kamar anak, mengingat anak-anak adalah manusia yang tengah tumbuh dan menerima pengaruh dari berbagai hal di sekelilingnya.

    Untuk memahami lebih jauh tentang hal ini, berikut ada penjelasan terkait beberapa warna dan pengaruhnya pada tingkah laku anak, jika warna tersebut digunakan pada kamar mereka.

    Baca: Pentingnya Setiap Anak Memiliki Kamar Sendiri  

    #Merah
    Merah memiliki kemampuan untuk memberi energi pada tubuh, merangsang pikiran, meningkatkan denyut jantung dan pernapasan. Akan tetapi, beberapa peneliti mengatakan bahwa terlalu banyak memberi warna merah akan mendorong agresivitas dan ketidakmampuan untuk fokus. Jadi, perlu digarisbawahi kalau merah bagus sebagai aksen, tetapi tidak untuk anak yang hiperaktif.

    #Oranye
    Warna ini memiliki kesan hangat dan supel sehingga bagus untuk anak. Warna ini juga diketahui bisa mendorong rasa percaya diri, sifat ekstrovert atau terbuka, dan merdeka. Sifat sosial warna ini bisa membuat anak jadi pribadi yang disukai teman-temannya. Terlebih, oranye juga bisa menginspirasi komunikasi dan kerjasama.

    Baca juga: Pencahayaan di Kamar Tidur Anak Harus Terang, Alasannya?

    #Hijau
    Warna natural ini dapat memberi dampak menenangkan pada anak. Para ilmuwan juga menemukan bahwa warna hijau bisa meningkatkan kecepatan membaca dan pemahaman pada anak. Jadi, jangan ragu untuk menambah warna ini pada kamar anak.

    #Kuning
    Sebagian besar dari kita mengasosiasikan kuning dengan perasaan bahagia dan keceriaan. Itu tidak salah, karena hasil penelitian pun menemukan bahwa warna cerah ini bisa membangkitkan motivasi. Warna kuning yang lebih lembut menambah konsentrasi, sementara yang lebih cerah menambah atau meningkatkan memori. Namun, berhati-hatilah dalam menggunakan warna ini. Pasalnya, penerapan warna kuning berlebihan dapat menciptakan rasa ingin memberontak dan amarah.

    #Biru
    Warna ini memiliki efek berseberangan dengan merah. Biru mengurangi kecemasan dan agresi, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Anak yang punya pengalaman tantrum atau ledakan emosi atau masalah tingkah laku lain, disarankan memakai kamar dengan warna biru yang cukup dominan.

    #Ungu
    Sering diasosiasikan dengan kemewahan, padahal ungu sendiri memiliki sifat yang ambisius dan percaya diri sehingga bisa menularkan hal-hal tersebut pada anak jika diaplikasikan di kamar mereka. Ungu juga warna yang mengesankan dan meningkatkan gairah, kreativitas, kebijaksanaan, dan spiritual. Warna dan emosi ini bagus untuk menginspirasi sensitivitas dan kasih sayang anak. Tapi kalau jiwa anak terbilang sensitif, sebaiknya dikurangi.

    HOME


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep