Pentingnya Setiap Anak Memiliki Kamar Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. gannett-cdn.com

    Ilustrasi anak merapihkan tempat tidur. gannett-cdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika masih kecil, biasanya kakak dan adik berbagi kamar. Namun, setelah menginjak usia 9 tahun, terlebih jika jenis kelamin anak berbeda, disarankan agar setiap anak memiliki kamar masing-masing. Tujuannya, untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab anak.

    “Ketika memiliki kamar sendiri, anak bertanggung jawab akan kerapian kamarnya sendiri. Biarkan anak merapikan beberapa barangnya sendiri tanpa bantuan orang lain,” ucap psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima.

    Anak juga akan terlatih untuk mandiri secara emosi jika ia tidur sendiri. “Anak akan tahu apa yang harus dilakukan ketika terbangun di tengah malam, misalnya,” Saskhya menambahkan.

    Bagi anak di bawah usia tersebut yang berbagi kamar, orang tua bisa menyediakan kasur yang terpisah untuk keduanya, supaya anak terbiasa tidur sendiri di kasurnya. Jangan lupa pula menegaskan jam tidur anak.

    ”Agar si adik tidak ikut-ikutan si kakak yang tidur lebih malam karena mengerjakan tugas. Jika adik ingin ikut-ikutan kakaknya, orang tua bisa berkata, ‘Kalau mau tidur malam seperti kakak, adik harus mengerjakan tugas juga’,” ucapnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Cara Unik Narsih Membatik, Pakai Daun dan Palu
    Kabar Negatif tentang Pasangan, Perlukah Anda Tanggapi?
    Gejala Kanker Payudara Sering Disalahtafsirkan Penyakit Lain



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.