Pentingnya Rutin Periksakan Mata Anak sampai Usianya 10 Tahun

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata juling pada anak/Bisnis.com

    Ilustrasi mata juling pada anak/Bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan anak masih belum bisa menyampaikan keluhan mengenai gangguan pada matanya kepada orang tua sehingga pemeriksaan dini sangat diperlukan. 

    Menurut Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya, Jakarta, dr. Ni Retno Setyoningrum, orang tua perlu memperhatikan gangguan mata pada anaknya secara komprehensif mulai dari usia bayi sampai remaja. Hal itu karena kualitas penglihatan menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan mentak, fisik, dan sosial anak.

    "Tidak jarang, orang tua pasien anak bertanya kepada saya, kapan sebenarnya anak-anak harus diperiksa matanya untuk pertama kali?" katanya.

    Dia pun menjelaskan, mata anak bahkan sudah harus diperiksa pada tahun pertama kehidupannya jika dokter mencurigai adanya gangguan mata pada anak tersebut, atau adanya riwayat gangguan mata dalam keluarga. Setiap anak juga harus menjalani pemeriksaan mata lengkap sebelum menginjak usia 4 tahun jika tidak dicurigai mengalami gangguan penglihatan atau riwayat keluarga.

    "Untuk screening kesehatan matanya dapat dicek kembali setiap 1 sampai 2 tahun sekali," tambah Retno.

    Artikel lain:
    Jangan Sembarangan Operasi Plastik di Mata, Ini Penjelasan Pakar
    Bahaya Kekurangan Selenium buat Jantung dan Mata
    10 Masalah Kesehatan yang Tampak dari Mata

    Namun, anak-anak dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kelainan darah, gangguan metabolisme, dan kelainan genetik perlu diperiksa secara rutin. Hal itu karena perkembangan mata pada anak-anak berlangsung sampai dengan usia sekitar 10 tahun.

    Adapun gejala gangguan mata pada anak yang perlu segera diperiksakan ke dokter a.l. adanya bintik putih di mata, kilatan seperti mata kucing, mata juling/tidak sinkron/bergerak-gerak atau mata merah. Kemudian, banyak keluar kotoran/air, jika menonton televisi selalu mendekat atau memiringkan kepala, suka memicingkan mata, suka menggosok-gosok mata, lahir prematur, kelainan gerak bola mata, dan lainnya.

    Pemeriksaan tetap dapat dilakukan dokter meskipun terhadap anak-anak yang belum bisa membaca atau belum mengenal gambar atau angka, yakni dengan melakukan pemeriksaan seperti dengan slit lamp/hand-held, alat refraksi, retcam, atau dengan pemberian beberapa tetes mata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.