Bahaya Kekurangan Selenium buat Jantung dan Mata

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan mata. Shutterstock

    Ilustrasi pemeriksaan mata. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Selenium adalah salah satu zat gizi penting buat manusia dan tubuh tak bisa memproduksinya sendiri. Alhasil, kita harus mendapatkan kebutuhan selenium itu dari luar, dalam hal ini makanan yang mengandung selenium.

    Bila kekurangan selenium, jantung, persendian, mata, sistem kekebalan tubuh, dan sistem reproduksi akan menderita. Seperti dilansir Live Science, kebutuhan harian selenium hanya 55 mikrogram. Baca: Manfaat Selenium, dari Jantung Sehat sampai Cegah Kanker dan HIV

    Selenium ditemukan sebagai elemen pada 1817 oleh Jöns Jacob Berzelius, ilmuwan Swedia yang menentukan berat atom dari berbagai elemen dan mengembangkan sistem simbol-simbol kimia. Pada awalnya, selenium dianggap racun, tapi kemudian para ilmuwan menyatakan bahwa mineral ini sangat penting pada tahun 1950-an.

    Satu dekade kemudian, para dokter mulai meneliti kemungkinan selenium sebagai zat pelawan kanker pada hewan. Kini, para ilmuwan sudah tahu bahwa selenium sangat penting dalam pembentukan selenoprotein, keluarga protein yang mengandung selenium dalam bentuk asam amino.

    Sejauh ini, sudah ditemukan 25 jenis selenoprotein yang berbeda tapi hanya setengahnya yang sudah diketahui fungsinya. Dari hasil penelitian pada manusia dan hewan diketahui bahwa selenoprotein berperan dalam perkembangan embrio, metabolisme hormon tiroid, pertahanan antioksidan, produksi sperma, fungsi otot, dan respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksinasi. Dari mana selenium bisa didapatkan?

    "Tanaman menyerap berbagai mineral dari tanah, termasuk selenium, dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dikonsumsi dan digunakan oleh manusia dan binatang," jelas Dr. Stephen Neabore, dokter di Pusat Medis Barnard di Washington DC, Amerika Serikat.

    "Karena secara alami ditemukan pada tanaman, secara umum, bila kita memakan apapun dari tanaman, maka kita akan mendapatkan berbagai mineral," tambahnya. Baca juga: Jangan Takut Makanan Laut karena Manfaatnya Luar Biasa  

    Kandungan selenium dalam tanah berbeda di masing-masing tempat. Contohnya tanah di Rusia dan Cina yang rendah selenium sehingga banyak orang di berbagai daerah di negara-negara itu yang kekurangan selenium. Di negara bagian Nebraska, Dakota Utara, Dakota Selatan di Amerika Serikat, kandungan selenium pada tanahnya sangat tinggi sehingga kebutuhan selenium penduduknya sangat terpenuhi. 

    YAYUK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.