Kamis, 21 Juni 2018

Wanita Jadi Tulang Punggung Keluarga, Psikolog Sarankan Kompromi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chika Jessica. Tabloidbintang.com

    Chika Jessica. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Secara tradisional, pria adalah pencari nafkah utama untuk keluarga. Namun sekarang banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga dan pencari nafkah utama di keluarga.

    Contohnya adalah selebritas Chika Jessica, yang telah menjadi tulang punggung keluarga, tidak hanya untuk keluarga inti, tapi juga keluarga besarnya. Chika menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu ayah, ibu, dan kakaknya secara finansial.

    “Sebetulnya, kalau kita berbicara mengenai perempuan yang menikah dan harus membiayai sebagian besar kebutuhan keluarganya, biasanya perempuan tersebut akan sangat mendominasi keputusan-keputusan penting,” ujar psikolog Ayoe Sutomo.

    Baca juga:
    Chika Jessica Tulang Punggung Keluarga, Psikolog Ungkap Dampaknya
    Chika Jessica Tulang Punggung Keluarga, Kuncinya Kontrol Diri
    Jadilah Ibu Tiri Teladan, Terima Anak Tiri dan Ibunya dengan Baik

    Karena itu, perempuan yang sudah menikah dan menjadi pencari nafkah utama sebaiknya membahas dengan suami peran masing-masing. Ada beberapa solusi yang bisa menjadi keputusan bersama antara suami dan istri.

    “Walaupun menjadi yang dominan, istri juga tetap menghargai suami, sebagaimana seharusnya nilai pernikahan dipegang di Indonesia ini,” ucap Ayoe.

    Pilihan lain adalah bertukar peran dengan suami. Sekarang banyak juga suami yang mengurus keperluan domestik. Suami yang lebih sering mengurus rumah tangga dan istri menjadi pencari nafkah utama. Hal tersebut juga bisa menjadi solusi yang disetujui kedua pihak.

    Tentunya diskusi ini harus dilakukan dengan penuh perhatian. Masih banyak juga pihak luar yang suka ikut campur, terutama karena di Indonesia masih belum banyak istri yang menjadi pencari nafkah utama di keluarga.

    “Bila saling menghargai, seharusnya tidak ada masalah,” ujar Ayoe.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.