Senin, 10 Desember 2018

Tren Jewel Brow, Merias Alis dengan Perhiasan Berkilau

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jewel brow, tren makeup alis dengan perhiasaan berkilauan

    Jewel brow, tren makeup alis dengan perhiasaan berkilauan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bentuk alis dapat menunjukkan karakter dan raut wajah seseorang. Bagian ini juga paling mudah dikreasikan. Jika sebelumnya muncul tren makeup alis bergelombang hingga alis berbentuk ekor ikan, kali ini kembali muncul tren makeup alis yang tidak kalah uniknya, yaitu jewel brow

    Jewel brow merupakan tren makeup alis yang membentuk alis sedemikian rupa dan menghiasnya dengan perhiasan yang berkilauan. Tampilan ini akan membuat wajah terlihat lebih ekspresif dan menarik.

    Baca juga: Tren Alis Tebal Natural, Bagaimana Membentuknya   

    Kalian bisa berkreasi sendiri nihd alam bentuk dan perhiasannya (dok. Instagram @throwingshadeonmyface)
    (dok. Instagram @throwingshadeonmyface)

    Mengutip laman Cosmopolitan, tren alis ini dipopulerkan oleh seniman Jenna Meek, pemilik The Gipsy Shrien. Dia menggunakan permata dari perhiasan untuk membuat tampilan riasan mata yang unik. Untuk mendapatkan look ini, kalian hanya perlu menempel perhiasan-perhiasan tersebut dengan lem bulu mata.

    Tempelkan sesuai dengan bentuk alismu supaya terlihat lebih rapi. Tren makeup jewel brow ini sendiri sering digunakan ketika karnaval, festival, atau menonton konser. 

    Baca juga: Alis Bergelombang dan 3 Bentuk Alis Unik yang Pernah Tren

    Kayaknya cocok untuk acara-acara carnival ya! (dok. Cosmpolitan)
    (dok. Cosmpolitan)

    Selain itu, banyak yang menggunakan tampilan makeup jewel brow untuk mempertegas fitur wajah, terutama bagian mata. Jika tertarik dengan tampilan ini, jangan lupa mencocokkan perhiasan dengan bentuk alis serta warna kulitmu supaya mendapatkan hasil yang sempurna.

    TEEN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.