4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Cemas dan Gelisah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. betterparenting.com

    Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. betterparenting.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanpa disadari, tindakan orang tua justru membuat anak takut, terutama pada malam hari. Anak merasakan perasaan yang mengerikan saat tak ada orang lain yang dapat menolongnya dan ia harus melindungi diri sendiri.

    Perasaan ini timbul saat anak menghadapi situasi yang menakutkan atau stres. Anak seolah tak berdaya dan takut. Ayo, ayah-bunda, ubah kebiasaan yang bisa membuat anak merasa cemas. Berikut ini adalah empat hal yang bisa menakuti anak dan membuatnya cemas, dilansir dari laman Familyshare.

    1. Menyimpan rahasia

    Maksud hati melindungi anak sehingga memutuskan untuk tidak memberitahukan kepada anak. Namun, hal ini bisa berdampak sebaliknya, menyimpan rahasia dari anak-anak. Percaya sesuatu yang salah tapi tidak memiliki pengetahuan untuk memecahkan masalah dapat menyebabkan anak-anak khawatir. Sebaliknya, temukan cara yang sesuai dengan usia untuk mengkomunikasikan masalah dengan anak.

    2. Mengkritik pasangan

    Mengatakan hal-hal negatif tentang pasangan dapat mengganggu hubungan anak dengan pasangan serta menghambat hubungan romantis anak di masa depan. Berbicara hal yang buruk tentang pasangan bisa membuat anak khawatir tentang kesehatan pernikahan orang tuanya. Mengkritik pasangan akan menyebabkan anak bertanya tentang pernikahan dan efek perceraian.

    3. Melanggar janji

    Orang tua belajar untuk menghargai keluarga dengan menepati janjinya, jangan melanggarnya. Mungkin klise, tapi kata-kata janji orang tua sangat penting untuk anak-anak. Anak mempercayai orang tua dan jika kepercayaan ini dikhianati bisa berakibat fatal bagi anak. Jika anak-anak tidak bisa mengandalkan orang tua, mereka mempertanyakan diri mereka dan takut ditinggalkan.

    4. Menonton acara yang tidak pantas

    Menonton film yang menegangkan dan membuat orang menderita akan membuat anak merasakan rasa sakit yang sama. Film dan acara televisi seperti kekerasan, seksual eksplisit, atau menakutkan anak dapat meninggalkan luka bagi anak di semua usia. Perkenalkan kepada anak tontonan yang baik untuk anak seusianya dengan cara yang aman dan tepat.

    Artikel lain:

    Pentingnya Peran Orang Tua Menemani Anak Bermain
    Perhatikan 3 Hal saat Menyiapkan Bekal Camilan untuk Anak
    Penuhi Asupan Gizi Anak dengan Mengontrol Bekal Makanannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara