Banyak yang Putus Cinta Karena Media Sosial, Simak Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan putus. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan putus. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak penyebab kandasnya hubungan pasangan kekasih atau suami istri. Kini banyak yang beranggapan salah satu penyebabnya adalah media sosial. Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya benar.

    Menurut psikolog klinis dewasa, Denrich Suryadi hal ini kembali lagi kepada individu masing-masing dalam menjaga diri, membatasi diri dan menjaga hati mereka. 

    "Kalau saya sih lihatnya, balik lagi ke individunya masing-masing. Dia bisa jaga diri atau tidak, dia bisa membatasi diri atau tidak. Kalau enggak, tanpa sadar dia melayani mantannya dulu, atau mungkin dia juga pertemannya semakin luas, pilihan semakin banyak, mata semakin dimanjakan. Maaf, kadang-kadang manusia pasti carinya yang lebih cantik, lebih ganteng. Tapi sekarang, bagaimana kita menjaga hati kita," papar Denrich.

    Baca juga: Ada Orang Ketiga Pengganggu Rumah Tangga, Salah Siapa?

    (Depositphotos)

    Bagi Denrich, media sosial hanyalah semacam godaan. Jika kedua pasangan memiliki rasa saling percaya, media sosial bukanlah menjadi masalah yang berarti bagi hubungan mereka.

    "Masalahnya adalah bagaimana kita bisa menjaga pasangaan atau pasangan menjaga dirinya sendiri, selama memang ikatan dua pasangan itu baik, mau terpapar media sosial pun, mau diomongin tetangga, tetap mereka percaya satu sama lain. Jadi masalah media sosial itu semacam godaan tambahan. Tapi bukan berarti bilang gara-gara medsos hampir banyak orang hubungan cintanya kandas, enggak," tandas Denrich Suryadi.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.