Selasa, 14 Agustus 2018

Rambut Berubah Setiap Dekade, Seperti Apa Perubahannya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang rambutnya. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memegang rambutnya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika merasa rambut lebih tebal atau memiliki tekstur berbeda, Anda mungkin tidak membayangkannya. Sama seperti kulit dan tubuh, rambut  mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, dimulai pada usia 20-an.

    Seperti apa perubahannya? Yael Halaas, M.D., seorang ahli bedah plastik wajah yang mengkhususkan diri pada rambut rontok dan juga anggota American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery, memaparkan perubahan yang terjadi. Baca: Ingin Memasker Rambut, Simak Dulu 10 Saran Berikut

    #Di usia 20-an
    Biasanya kita bereksperimen dengan perubahan warna rambut, memanaskan untuk gaya melengkung dan meluruskan, hingga semua jenis produk uji rambut. Namun menurut Hallaas, eksperimen yang menyenangkan ini berdampak pada rambut. Selain itu, penyebab kerusakan lainnya adalah menggunakan alat pemanas atau rambut yang diproses berlebihan.

    #Usia 30-an
    Jika Anda pernah mendengar bahwa rambut bisa berubah total setiap tujuh tahun sekali, ini bukan dongeng. Rambut benar-benar tumbuh dalam kumpulan di dalam folikel masing-masing memegang banyak helai rambut. Baca juga: Sampo Bebas Sulfat, Pahami Plus Minusnya buat Rambut

    Sayangnya, dengan melewati dekade berikut, kumpulan rambut itu mengalami kerusakan pada beberapa helai, yang menyebabkan penipisan secara keseluruhan. Hal ini baru diperhatikan seiring bertambahnya usia.

    Usia 30-an ini umumnya saat kita mulai melihat warna rambut memudar dan biasanya karena faktor genetik. Beberapa orang mulai beruban sejak usia 20-an. Agar rambut tetap terjaga kesehatannya, Halaas menyarankan untuk mengkonsumsi biotin dan vitamin B.

    Keduanya merupakan nutrisi penting untuk menyalurkan oksigen ke kulit kepala yang membantu pertumbuhan rambut. Makanan yang menandung vitamin B adalah biji-bijian, daging, makanan laut, dan sayuran hijau. Selain itu, usahakan untuk mencuci rambut tidak lebih dari beberapa hari sekali.

    #Usia 40-an
    Menopause salah satu faktor besar yang paling sering mempengaruhi rambut pada usia 40-an. Hal ini karena tubuh mengalami banyak perubahan fisik untuk menyesuaikan diri dengan kadar hormon yang tidak terduga.

    "Banyak wanita mengalami gejala yang tidak menyenangkan saat menopause, mulai dari rambut rontok sampai rambut menipis, atau bahkan terlihat botak," kata Halaas. Jangan lewatkan: Manfaat Bawang Bombay buat Rambut, Bikin Subur dan Berkilau

    Penipisan bisa terjadi pada bagian samping, depan, atau atas kepala. Jangan heran jika Anda juga melihat lebih banyak rambut rontok saat menyikat gigi dan mandi. "Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rambut rontok selama menopause karena ketidakseimbangan hormon, khususnya produksi estrogen dan progesteron yang lebih rendah," ujar Halaas.

    Hormon ini membantu pertumbuhan rambut lebih cepat. Pertumbuhan rambut melambat dan rambut menjadi lebih tipis saat kadar estrogen dan progesteron turun. Anda mungkin juga memperhatikan penipisan alis dan rambut di bagian tubuh lain.

    Beberapa obat tertentu dapat mengubah tekstur rambut. Sedangkan jika rambut rontok permanen, solusinya adalah transplantasi rambut. Prosedur ini bisa dilakukan pada usia berapapun, dan dilakukan pada kepala atau alis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.