Isi Libur Tahun Baru 2018 dengan Piknik di Rumah, Simak Caranya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga piknik. poshkidsmag.com

    Ilustrasi keluarga piknik. poshkidsmag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Liburan identik dengan bepergian, termasuk libur tahun baru 2018. Sayangnya, tidak semua orang punya jatah libur panjang atau dana yang cukup besar buat berwisata. Sebagian profesi harus tetap bekerja di sela-sela liburan, sebagian lagi terhalang jatah cuti yang habis.

    Namun libur tahun baru tetap bisa menyenangkan. Anda yang punya waktu terbatas bisa melakukan staycation, berlibur di kota tempat tinggal atau menghabiskan waktu di rumah. Terdengar membosankan? Tiga alternatif kegiatan berikut ini dijamin akan membuat staycation lebih seru.

    #Ciptakan permainan kreatif
    Hari libur merupakan waktu yang tepat untuk mencoba kegiatan baru. Anda bisa bereksperimen menciptakan permainan baru yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Permainan air cocok bagi Anda yang punya buah hati yang masih kecil. Anda bisa bermain pistol air dan menciptakan peraturan sendiri. Siapkan kolam renang karet berisi air untuk memudahkan mengisi ulang pistol air.

    Biar tambah seru, ajak keluarga besar. Selain melepas stres, bermain bersama bisa mendekatkan hubungan keluarga. Anda akan lebih mengenal anggota keluarga dengan lebih baik. Satu yang perlu diingat, jangan lupa gunakan tabir surya kedap air ketika bermain di bawah terik matahari.

    Main pistol air. REUTERS/Athit Perawongmetha

    #Berkemah 
    Kegiatan berkemah mulai populer beberapa tahun belakangan. Anda juga tidak perlu pergi ke hutan untuk berkemah. Cukup manfaatkan halaman atau taman belakang rumah. Jangan bersedih jika tak punya cukup lahan karena berkemah bisa dilakukan di dalam rumah, misalnya di ruang tamu.

    Tak ingin terkurung di dalam rumah, luangkan waktu dua hari untuk berkemah sungguhan di luar ruangan bersama keluarga. Pasalnya, berdasarkan penelitian dari Institut Pendidikan Plymouth, Inggris, pada 2015, para orang tua merasa anak mereka yang berkemah minimal sekali dalam setahun lebih berprestasi di sekolah serta tampak lebih bahagia dan sehat. Penelitian ini juga menyimpulkan pendidikan berjalan beriringan dengan kegiatan berkemah karena anak akan belajar bekerja sama dan menyelesaikan masalah.

    Kemah/TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    #Memasak Bersama
    Memasak sering menjadi tugas ibu. Sesekali pada hari libur, ajaklah semua anggota keluarga masak bersama, bisa dengan konsep pesta barbeque di rumah atau sekadar iseng mencoba resep baru. Meski terkesan sederhana, memasak bareng ampuh merekatkan hubungan keluarga serta membawa banyak manfaat bagi anak yang masih kecil.

    Rasa percaya diri anak akan terbangun ketika diberi tanggung jawab, apalagi setelahnya anak bisa menikmati hasil masakannya. Keuntungan lain, memasak merangsang panca indera si kecil, mulai penglihatan hingga sentuhan. Kemampuan motorik anak juga akan meningkat. Supaya kegiatan memasak berjalan lancar, pastikan semua anggota keluarga terlibat dan jangan bandingkan tanggung jawab antara anak yang satu dan yang lain.

    Ilustrasi anak dan ibu memasak bersama. shutterstock.com

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Mengintip Peruntungan di Tahun Baru 2018 Berdasar Filosofi Cina
    5 Makanan Asyik dan Simpel buat Meriahkan Malam Tahun Baru 2018
    Marcella Zalianty Mengawali Tahun Baru 2018 dari Jepang, Ada Apa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.