Kiat Memilih Mainan Anak agar Sesuai dengan Perkembangan Usia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi 50 mainan edukatif ELC untuk musim libur akhir tahun 2017. TEMPO/Nia Pratiwi

    Koleksi 50 mainan edukatif ELC untuk musim libur akhir tahun 2017. TEMPO/Nia Pratiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bermain dapat menjadi salah bentuk stimulasi untuk tumbuh kembang anak. Dengan aneka ragam jenis mainan anak, sang buah hati dirangsang untuk mengeksplorasi dan mempelajari hal-hal baru.

    Namun yang perlu diingat dalam memilih jenis mainan anak adalah jangan hanya memberikan kesenangan pada anak, tapi perhatikan juga semua aspek perkembangan, seperti sosial-emosional, motorik kasar dan halus, pola pikir, serta komunikasi.  Hal itu dikemukakan dokter spesialis tumbuh kembang anak, Markus M. Danusantoso, dalam acara ELC Holiday Toys Exclusive Preview di Jakarta, Kamis, 22 November 2017.

    “Jadi, kalau ada satu yang tidak lengkap, sayang proses perkembangan anaknya,” ujarnya.

    Markus menambahkan, pemilihan mainan dapat disesuaikan dengan perkembangan anak. Misalnya, pada fase pertama sejak usia nol bulan ketika mulai menggunakan indera penglihatan dan sentuhan, anak dapat diberikan mainan yang menggunakan bunyi dan banyak warna.

    Memasuki usia 3 bulan, anak sudah mampu mengontrol gerakan tangan dan kaki serta mengeksplorasi hal lain di sekitarnya. Pada usia 6 bulan, anak mulai bisa duduk atau bahkan merangkak, usia 9-12 bulan anak mulai sangat aktif, dan usia 18 bulan sampai seterusnya anak mulai berimajinasi dan mengeksplorasi hal-hal baru.

    Baca juga:
    Anak Merengek Minta Mainan Mahal, Coba Cek Kelakuan Orang Tuanya
    Pilih Mainan Anak, Hindari yang Berbahaya buat Mata
    Permainan Tradisional Ajarkan Gotong Royong dan Melatih Fisik

    Selain memilih mainan yang sesuai, cara bermainnya juga mengikuti pola perkembangan anak. “Usia 3 bulan, jarak pandang anak hanya 30-40 sentimeter. Jadi mainnya tidak jauh-jauh, tangan mulai meraih, menengok kiri, kanan. Harus ikuti anak, jangan monoton,” kata Markus.

    Jika memainkan mainan yang tidak sesuai dengan usia, kata dia, anak akan berusaha menggunakannya dengan caranya sendiri. Namun anak masih dapat memainkannya jika didampingi. “Mainan bisa jadi rusak, harus sesuai dengan usianya. Kalau tidak sesuai, bisa dimainkan, tapi harus ada pendampingnya,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.