Survei: Pria Romantis Bukan Pilihan Utama Wanita

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Matahari Mall melakukan survei belanja terhadap konsumennya, khususnya perempuan. Jajak pendapat ini dilakukan terhadap seribu pelanggan perempuan di Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar. Selain mengungkap bagaimana karakter perempuan saat berbelanja online, survei itu menunjukkan tipe pria seperti apa yang paling didambakan kaum Hawa.

    Baca juga:
    10 Cara Aneh Menyampaikan Cinta
    Berharap Cinta dari Pasangan yang Setia, Begini Tandanya
    Tetap Tinggal Seatap Meski Sering Berantem, Alasannya Bukan Cinta

    Dari seribu responden tadi, 37,53 persen memilih pria yang pintar. Sebanyak 22,31 persen responden paling suka dengan pria humoris atau suka berkelakar. Adapun 21,12 persen responden memilih lelaki romantis.

    Perempuan yang mengikuti survei Matahari Mall ini juga tidak terlalu tertarik dengan pria kaya dengan persentase 12,65 persen. Pertimbangan fisik, semisal ganteng serta berbadan tegap, hanya mendapat porsi masing-masing 3,98 persen dan 2,59 persen.

    Ilustrasi pasangan kencan. shutterstock.com

    Melalui survei yang sama, Matahari Mall juga mengungkapkan perilaku konsumen perempuan sebelum menerima pasangan. Pada era yang serbadigital ini, perempuan tidak ragu untuk mencari gebetan atau calon pasangan di media sosial. Sebagian besar perempuan suka melacak atau stalking media sosial gebetannya dan mencari tahu informasi tentang pria tersebut melalui teman dekatnya.

    Perempuan juga kerap membandingkan pacar atau lelaki incarannya dengan sang mantan. Kegiatan stalking ini pun berkaitan dengan kebutuhan wanita tersebut pada kemudian hari, misalnya ketika hendak mencari kado yang diinginkan kekasihnya.

    RENDRAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.