David dan Victoria Beckham Cium Bibir Anak, Benar atau Salah?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Romeo Beckham (tengah), berfoto bersama keluarganya (kiri-kanan), Cruz Beckham, David Beckham, Victoria Beckham dan Brooklyn Beckham, dalam acara marathon junior di London, 26 April 2015. Putra David dan Victoria, Romeo menjadi peserta dalam acara ini. Steve Bardens/Getty Images

    Romeo Beckham (tengah), berfoto bersama keluarganya (kiri-kanan), Cruz Beckham, David Beckham, Victoria Beckham dan Brooklyn Beckham, dalam acara marathon junior di London, 26 April 2015. Putra David dan Victoria, Romeo menjadi peserta dalam acara ini. Steve Bardens/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - David Beckham dikritik karena mencium bibir putrinya, Harper Seven Beckham pada Juni 2017. Tahun lalu, Victoria Beckham juga dikecam karena melakukan tindakan serupa kepada anaknya. Sebab, mencium bibir anak dianggap kurang pantas.

    Baca juga:
    Victoria Beckham Menyesal Implan Payudara
    Victoria Beckham Pelit Senyum, Ini Alasannya
    Bella Hadid Seperti Victoria Beckham, Pelit Senyuam Saat Difoto

    Menjawab kritik tersebut, David Beckham dan Victoria Beckham menjelaskan ciuman bibir adalah pertanda cinta terhadap anak-anak mereka. Lantas, apakah ciuman bibir termasuk sentuhan fisik yang diperbolehkan? Apakah ada batas dalam memberi sentuhan fisik kepada anak?

    Psikolog keluarga, Anna Surti Ariani mengatakan memeluk, membelai, mencium, menggendong anak hingga menyusui merupakan bentuk sentuhan fisik. Bahkan, tindakan memukul anak juga tergolong sentuhan fisik. Tentunya sentuhan fisik yang melukai anak ini tidak disarankan.

    Yang juga tidak dianjurkan adalah ketika anak menolak untuk disentuh. "Sebaiknya ada persetujuan dari anak jika ia mau disentuh," ungkap psikolog yang akrab disapa Nina ini. Sebab, sentuhan yang dipaksakan akan mengganggu tumbuh kembang psikologis anak.

    Victoria Beckham memeluk anaknya Brooklyn Beckham, saat berada diatas pannggung Glamour Women of the Year Awards setelah menerima penghargaan di New York, 9 November 2015. REUTERS/Carlo Allegri

    Meski umumnya anak menolak disentuh ketika menginjak usia remaja, Nina mengingatkan anak usia sekitar 1-2 tahun sudah memiliki keinginan sendiri. "Usahakan jangan memaksa menyentuh anak apalagi di depan umum. Orang tua juga harus sensitif dalam membaca respons anak," ujarnya.

    Di bawah usia itu, sentuhan fisik masih dianggap sebagai kebutuhan anak. Di sisi lain, sentuhan fisik sesungguhnya tidak punya batas waktu. "Faktanya orang dewasa juga suka disentuh, seperti ibu-ibu yang mengalami baby blues, yang akan lebih tenang ketika dipeluk pasangannya," kata Nina mencontohkan.

    Mengenai mencium bibir anak, Nina mengembalikan kepada nilai yang dianut orang tua dan tetap berpegang pada persetujuan si anak. Namun masalah kesehatan wajib menjadi perhatian karena di bibir dan mulut terdapat banyak bakteri. "Sehingga rentan terjadi pertukaran bakteri dan kuman," ujar Nina.

    Sedangkan sentuhan fisik pada area privat anak seperti alat kelamin, dada, dan bokong sebaiknya dihindari ketika sedang tidak dalam kegiatan membersihkan atau memandikan anak. Fungsinya menanamkan nilai sopan santun.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.