Terapi Baru Pasien Gagal Ginjal, Tak Perlu Cuci Darah

Monalisa Theresia, pasien gagal ginjal sedang melakukan cuci darah menggunakan proses Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysys (CAPD) dikediamannya dikawasan Cibinong, Jakarta, Jumat (28/3). Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Pasien yang mengalami gagal ginjal biasanya melakukan cuci darah atau hemodialisis. Namun dokter spesialis ginjal dan hipertensi, Jonny, mengatakan kini pasien gagal ginjal bisa menerapkan terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis atau CAPD.

Baca juga:
Gagal Ginjal, Pilih Transplantasi Ginjal atau Cuci Darah?
Polusi Udara Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal, Cek Penelitiannya
Jakarta Marathon 2017, Waspadai Cedera Ginjal setelah Maraton

CAPD, menurut dia, mampu membersihkan darah selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Sistem CAPD membutuhkan kantung cairan dialisat dan selang yang terkoneksi dengan kateter, yang digantung pada tiang selama proses pergantian. Sebagian besar pasien membutuhkan tiga-empat kali penggantian dalam satu hari, misalnya saat bangun pagi, makan siang, sebelum makan malam, dan sebelum tidur.

Penggantian cairan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Cairan dialisat akan mengisi rongga perut selama penggantian semalaman. Ketika proses penggantian, pasien dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti menonton televisi, menelepon, bekerja di meja, atau membaca. Proses penggantian dapat dilakukan di area yang bersih, baik di rumah, di kantor, maupun dalam perjalanan.

"Terapi CAPD adalah perawatan yang lebih sederhana dibanding perawatan gagal ginjal yang lain, menggunakan selaput perut untuk menukarkan cairan dan tidak bermain dengan darah," ujar Jonny dalam acara Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal dengan Perawatan CAPD di Jakarta, Minggu, 5 November 2017.

Dalam presentasinya, Jonny menjelaskan, gaya hidup pasien CAPD berbeda dengan pasien terapi lain. Di rumah, misalnya, harus disiapkan tempat yang sesuai atau bersih untuk melakukan pertukaran cairan dan jangan lupa melakukan pertukaran tersebut dengan rutin. Pasien juga harus selalu ingat untuk memesan cairan CAPD serta perlengkapannya setiap bulan.

Di kantor atau sekolah, pasien dapat melakukan penukaran cairan di meja yang bersih pada jam makan siang. Pasien CAPD juga dapat berlibur, asalkan ingat untuk membawa perlengkapannya sebelum pergi ke tujuan atau memesan perlengkapan tersebut sebelumnya di tempat tujuan.

Pasien Jonny, Trenggono, menuturkan sudah dua tahun melakukan terapi CAPD dan tidak perlu cuci darah sama sekali. "Saya masih bisa kerja setiap hari dan pergi keluar kota," ucap Trenggono. Bahkan, dalam testimoninya, Trenggono mampu melakukan aktivitas favoritnya, yakni mendaki gunung, dengan tetap membawa peralatan CAPD.

Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia Tony Samosir mengatakan terapi CAPD memberikan harapan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. "Saya juga sebagai pasien gagal ginjal menyadari bahwa pasien harus mendapatkan informasi yang tepat dan benar mengenai semua perawatan gagal ginjal," tuturnya.

Baca: Tanda-tanda Serangan Jantung sejak 6 Bulan Sebelumnya






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

1 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

9 jam lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

2 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

3 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

5 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.