Panik Dengar Kata Pernikahan? Mungkin Anda Menderita Gamofobia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi panik. envato.com

    Ilustrasi panik. envato.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada orang yang menjadi panik, mual, atau agresif begitu mendengar kata pernikahan. Gejala ini umumnya terkait dengan gamofobia atau ketakutan akan pernikahan. Tidak peduli seberapa keras Anda mencoba, Anda takut membuat komitmen yang serius dan tidak ada yang bisa meyakinkan Anda bahwa menikah tidak akan benar-benar menghancurkan hidup.

    Bagi banyak orang yang memiliki kekhawatiran besar tentang pernikahan, gagasan untuk menikah terasa seperti melepaskan kebebasan mereka dan terjebak dalam pengaturan yang mencekik dan permanen. Seperti banyak ketakutan irasional, alasan orang-orang tertentu takut menikah sangat banyak.

    Beberapa merasa fobia pada komitmen memiliki ketidakamanan pribadi yang tidak terkait dengan hubungan tersebut, sementara yang lain menderita depresi atau memiliki hubungan negatif dengan pernikahan. Jika pikiran tentang pernikahan membuat ketakutan tapi Anda tidak menginginkannya, berikut lima cara untuk mengatasi gamofobia.

    Baca juga:
    Alasan Perempuan Memilih Menjanda dan Malas Menikah Lagi
    Kiat Menghindari Perselisihan Sebelum Acara Pernikahan
    Kenapa Perempuan Mau Nikah Siri?

    1. Sadarilah bahwa tidak ada yang berubah setelah menikah
    Selain nama belakang dan membiasakan diri untuk disebut sebagai istri atau suami seseorang, kenyataannya adalah sebagian besar aspek hubungan sebenarnya tidak berubah setelah menikah.

    2. Berkonsultasi dengan pasangan yang bahagia
    Jika Anda seorang gamofobia yang bisa mentolerir percakapan tentang pernikahan, ikuti sedikit terapi pemaparan dengan melibatkan orang-orang yang sudah menikah dan masih terpikat satu sama lain. Ketika menemukannya, mungkin Anda akan mendapati bahwa setidaknya salah satu pihak dari pasangan itu sebetulnya memiliki beberapa keberatan sebelum menikah. Jika mungkin, bicarakan dengan mereka tentang bagaimana mereka mengatasi ketakutan akan pernikahan dan pikirkan bagaimana Anda dapat menerapkan beberapa pendekatan tersebut terhadap hubungan sendiri.

    3. Cari akar ketakutan
    Mungkin Anda perlu melihat-lihat di sekitar dan menentukan apakah mungkin ketakutan akan pernikahan adalah hasil dari menginternalisasi semua hubungan yang gagal. Mungkin masalah pernikahan orang tua meninggalkan jejak, menyebabkan Anda langsung menolak gagasan untuk melakukan sesuatu kepada seseorang selamanya. Mungkin Anda mengalami pernikahan yang buruk. Apa pun itu, mencari tahu sumber ketakutan adalah bagian besar dari menghilangkan ketakutan itu sendiri.

    4. Cek harapan terhadap pernikahan
    Apakah harapan realistis? Apakah Anda takut menikah karena tidak akan sesuai dengan fantasi yang Anda ciptakan di kepala? Jika itu yang terjadi, maka tenanglah karena tahu bahwa Anda tidak sendiri. Menurut HuffPost, alasan utama orang takut terlibat adalah karena mereka takut perkawinan tidak akan berhasil. Intinya, rasa takut membuat mereka menolak pernikahan karena mungkin pernikahan menghalangi kesempatan untuk mencapai kesuksesan.

    5. Carilah terapi
    Jika Anda betul-betul tidak menemukan alasan dan keinginan untuk menikah, pertimbangkan untuk mencari bantuan seorang profesional untuk menyelesaikan masalah. Apapun yang Anda pilih, pastikan itu melibatkan tindakan pencegahan untuk menghentikan rasa takut yang justru menghancurkan hubungan.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.