Alasan Perempuan Memilih Menjanda dan Malas Menikah Lagi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    Ilustrasi ibu antar anaknya ke sekolah. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Status janda bagi sebagian orang merupakan momok dalam kehidupan sosial. Bila statusnya sebagai janda yang ditinggal mati oleh suami, orang-orang biasanya cenderung masih bersimpati. Namun, apabila status ini didapatkan perempuan yang sudah menikah dan kemudian bercerai, orang lain memiliki kecenderungan menilai secara berbeda.

    Terlepas dari apapun alasannya menurut psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., ada beberapa hal yang membuat seorang perempuan akhirnya lebih betah menjanda.

    Apabila status janda disandang akibat perceraian, psikolog yang akrab disapa Rosmini ini mengungkapkan bisa jadi sebuah permasalahan menjadi alasan yang membuat si perempuan tidak lagi mau menikah lagi, misalnya akibat perselingkuhan, pernikahan siri, dan alasan lain yang membuat ia sebagai seorang istri merasa tidak lagi kuat menanggung sakit hati.

    Menurut Rosmini, apabila hal tersebut harus berakhir dengan perceraian, seorang perempuan pasti telah mempertimbangkan berbagai aspek dalam hidupnya yang tak akan lagi sama.

    “Kalau memang memilih untuk bercerai, ya tidak apa-apa karena setiap orang memiliki batas kesabaran yang berbeda-beda. Biasanya kalau sudah memutuskan untuk bubar artinya dia sudah siap dari segi apapun, secara mental dan juga finansial,” tutur Rosmini.

    Rosmini kemudian menambahkan, selain soal kesiapan, seorang perempuan lebih memilih menjanda karena keengganannya untuk beradaptasi kembali dengan kehidupan pernikahan yang baru. Setelah menjanda bertahun-tahun, ada rasa malas untuk berkenalan dan memulai segalanya lagi dari nol. Terlebih lagi apabila sang perempuan sukses meniti karier dan tidak memiliki persoalan dalam mengurus anak.

    “Biasanya yang bikin perempuan lebih memilih menjanda karena sudah malas beradaptasi lagi dan memulai semuanya dari awal. Apalagi kalau misalnya kariernya juga sudah mulai menanjak, banyak yang memilih fokus pada karier saja. Mereka sudah merasakan kebebasan dengan hilangnya tanggung jawab sebagai seorang istri,” tutur Rosmini, atau yang juga akrab dipanggil dengan sebutan Bunda Romi.

    TSARINA MAHARANI

    Artikel cinta lain:
    Memahami Cemburu Retroaktif, Penjelasan dan Cara Mengatasi
    Bentuk Wajah Seseorang Ternyata Cermin Gairah Seksualnya
    Kisah Unik, Pasangan Ini Menikah dengan Tema Game of Thrones


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.