Bau Badan Tak Kunjung Hilang, Faktor Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang pasti pernah mengalami masalah bau badan. Bau badan dapat membuat seseorang kurang percaya diri.

    Baca juga:
    Daftar Makanan Penghilang Bau Badan
    Makan Gorengan, 1 dari 11 Alasan Pemicu Bau Badan

    Ketahui 5 Unsur dalam Keringat yang Memicu Bau Badan

    Bau badan biasanya disebabkan oleh keringat dan dapat diatasi dengan menggunakan deodoran atau menjaga kebersihan tubuh. Namun, bagi beberapa orang, masalah bau badan belum bisa teratasi meskipun telah melakukan berbagai cara.

    Sepertiga orang dengan masalah bau badan yang tidak diketahui penyebabnya kemungkinan mengalami kelainan metabolisme tubuh bawaan. Penelitian dalam jurnal The American Journal of Medicine menyebutkan kelainan ini membuat metabolisme tubuh tak mampu mengolah senyawa yang memiliki bau busuk atau amis yang diproduksi secara alami dari makanan yang dikonsumsi.

    Kelainan yang biasanya diwariskan ini disebut dengan Trimethylaminuria atau TMAU. Menurut periset di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia, meskipun senyawa TMA ini umumnya memiliki bau amis, pada konsentrasi yang lebih rendah, bau senyawa ini akan semakin tidak enak dan dianggap seperti “bau sampah”.

    Produksi TMA berhubungan dengan makanan yang kaya akan kolin, seperti jeroan, telur, kacang polong, dan ikan air asin tertentu. Kelebihan TMA dikeluarkan dari tubuh melalui keringat, napas, air liur, dan air seni.

    Penelitian ini dilakukan terhadap 353 orang dengan masalah bau badan yang tidak dapat dijelaskan dan 33 persen di antaranya mengidap TMAU. Bau badan akibat TMAU dapat mempengaruhi hubungan sosial sampai memicu tekanan psikologis.

    Periset di Monell Chemical Senses Center menyatakan, begitu seseorang didiagnosis kelainan TMAU, masalah bau badan dapat dikendalikan melalui perubahan pola makan dan metode lain.

    MEDICINENET | DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.